The image above is a cropped from the full size image shot @ f/8 below:
Let's zoom in more...
Impressive details huh?
Semua foto-foto disini hanya menggunakan default kamera, AWB, color profile standard, saturation 0, contrast 0, sharpness 5 (out of 10)
Sudah setahun lalu saya menunggu kehadiran lensa ini.. Selama 6 bulan terakhir, saya berusaha mencari referensi dan sample foto dari lensa buatan Jerman yang baru release awal 2010, tapi tidak ada yang pernah mengulas atau posting hasilnya di dunia maya. Kalaupun ada hanyalah press release dari produsen saat launching lensa ini di Photokina 2010. Lensa tilt-shift ini adalah lensa Schneider pertama yang dirancang khusus untuk DSLR. Schneider adalah produsen lensa performa tinggi untuk kamera medium dan large format sejak jaman dulu. Hal inilah yang membuat saya penasaran sekali untuk mencobanya di Canon 5D Mark 2. Dan akhirnya melalui seorang teman di Jerman, saya pun berhasil mendapat lensa ini.
Crop sudut kiri bawah dari foto diatas. @ f/11 tulisan merek pada tas putih masih bisa terbaca jelas.
Lensa tilt-shift Schneider seri ini hadir dengan 2 varian, yaitu Super Angulon 50/2.8 dan Makro Symmar 90/4.0. Dan tersedia dalam mounting Canon EOS, Nikon, Sony Alpha atau Pentax K. Lensa ini pengoperasiannya adalah full manual, tanpa ada AF confirm dan diafragma dengan fitur pre-set. Dibandingkan lensa TSE Canon, lensa Schneider ini handlingnya tidaklah semudah mengoperasikan Canon TSE. Setting tilt dan shift semuanya dalam bentuk gelang di lensa, seperti halnya gelang ring fokus, diafragma dan pre-set diafragma. Cukup memusingkan saya saat pertama kali mencobanya. Total semuanya ada 7 gelang untuk setting lensa.
Tampak dari depan, diameter filter 95 mm menutupi kameranya. Bukan dikarenakan distorsi menggunakan lensa wide, foto ini saya ambil menggunakan lensa 45 mm di kamera crop 1.5x
Leica M9 + Summicron-M 35/2 ASPH (ring filter 39 mm) vs. Canon 5D-II + Schneider PC-TS Super Angulon 50/2.8 (ring filter 95 mm). the Beauty and the Beast !
Membaca dari uraian teknisnya, lensa Schneider PC-TS mempunyai kelebihan dibanding lensa Canon TSE dan Nikon PC, yaitu ukuran optik yang lebih besar sehingga hasil foto yang dihasilkan akan tetap prima tanpa ada vignet atau degradasi kualitas ketajaman dan CA saat lensa diposisikan full tilt atau full shift. Dan memang benar begitu. Ukuran diameter lensa depan yang sangat besar (95 mm!) dan berat lensa 1,4 kg memang bukan sekedar gimmick. Hasilnya bisa anda nilai sendiri dari beberapa foto-foto dibawah ini yang merupakan hasil hunting di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Jajal untuk bermain portrait dengan bukaan penuh f/2.8, full tilt 8 derajat untuk mempersempit DoF. Dengan posisi lensa full tilt sekalipun, tidak ada vignet dan degradasi kualitas di sudut-sudut foto.
Close-up dari foto diatas. Di bukaan f/2.8 ada sedikit glow walaupun tetap tajam dan detil terekam dengan baik. Mungkin karena lensa 50mm maka dirancang agar selain untuk kebutuhan arsitektur & produk, juga bisa digunakan untuk portrait.
Detilnya benar-benar impresif. Hampir semua merek lensa Tilt-Shift memang punya resolusi yang sangat baik
untuk merekam detil yang kecil sekalipun.
Museum Transportasi
@ f/8, shift 4 mm kearah atas, tilt 0 Dengan bukaan f/8, sudah bisa membuat DoF cukup lebar hingga ke ujung rel di latar depan.
Titik fokus adalah titik merah di moncong lokomotif.
@ f/2.8 (open-wide), shift 2mm, tilt 2 derajat. Bermain tilt ke arah kanan (objek) untuk memperlebar DoF sehingga tulisan grafiti terbaca jelas
walau posisi kamera tidak tegak-lurus ke objek in-focus









0 komentar:
Poskan Komentar