skip to main |
skip to sidebar
TAIR-11
Saturday, August 15th, 2009
In celebration of the 64th Independence Day, Indonesia is older, wiser, happier, richer and definitely more colorful..
Festival Kota Tua (The Old City Festival) is an annual event in Central Jakarta, organized by the City Administrator Office, to celebrate the independence day with art shows, performing arts, food and dine. The concept is to show the diversity of people living in Jakarta (and Indonesia) and how we love and respect each other. We are proud to be happy Indonesians!
Schneider Kreuznach Xenon 50/1.9
Tanpa sengaja, Sabtu kemarin saat saya bertemu seorang rekan yang datang dari jauh di Kota Tua Jakarta, ternyata disana sedang digelar acara tahunan menyambut Hari Kemerdekaan. Acaranya meriah dengan banyak sekali stan makanan tradisional digelar disana.
Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8
TAIR-11 133mm f/2.8, m39
Sudah hampir sebulan sejak saya mendapat lensa Rusia buatan tahun 1950an ini, tapi baru kali ini saya berkesempatan untuk bermain dengannya. Seperti lensa-lensa vintage saya lainnya, TAIR-11 ini juga memiliki karakter warna yang berkesan klasik (single coated) dan kurang cocok digunakan untuk foto outdoor karena kemampuan melawan sinar yang masih kurang baik. Tapi memang karakter itu yang membuatnya banyak diminati orang..
Mickey & friends... @ open-wide
@ f/5.6
Schneider-Kreuznach Xenon 50/1.9, m42
Lensa koleksi lama dan salah satu lensa favorit saya untuk street hunting karena mungil, ringan dan hasilnya top karena karakter warna yang sangat indah...





Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8, m42
Seorang teman dari Jerman, om parto, sangat berbaik hati mau mengoperkan lensa idaman saya sejak dulu.. The legendary Flektogon 20mm f/2.8. Thank you so much om Parto!
Lensa super wide buatan Jerman ini dianggap sebagai salah satu lensa legendaris Carl Zeiss. Lensa ini sangat terkenal dan harganya cukup mahal untuk sebuah lensa buatan tahun 1970an. Lensa ini saat munculnya dulu, merupakan lensa dengan teknologi Multi Coating (MC) yang terbaik di dunia. Dan memang benar apa adanya. Bahkan untuk ukuran teknologi coating lensa hari ini pun, Flek 20/2.8 ini pastinya berani diadu dalam hal kejernihan, anti-flare dan warna, dengan lensa Canon EF -L series di open-wide.





Sudah berbulan-bulan lamanya saya tergiur untuk memiliki lensa ini. Entah karena memang dari sample-sample foto yang indah-indah atau karena juga ketenaran lensa ini yang sering disebut sebagai salah satu lensa portret terbaik dunia.

Saat di Singapore waktu itu, kebetulan saya ditawarkan oleh salah satu toko bahwa ada kolektor yang mau menjualnya. Harga lumayan tinggi namun tidak lebih tinggi daripada harga-harga di ebay. Yah.. kelebihannya hanya disini saya bisa lihat, megang dan tes dulu sebelum bayar.

Lensa 80mm di kamera Canon 50D menjadi 130mm. Bukan jarak foto yang ideal untuk foto sehari-hari. Karena itu lensa ini tidak sering saya bawa dan gunakan. Baru setelah beberapa minggu ini, saya bisa bermain dengannya. First impression lensa ini sama dengan lensa high-performance lain yang saya punya.. berat! (sekitar 700 gr). Memang tidak seberat lensa Canon EF 85/1.2L atau Helios 40-2 yang 1 kg, tapi cukup merepotkan juga saat digunakan. Saat saya putar fokus ring, posisi adapter juga ikut berputar sedikit di bodi kamera. Hal ini karena adapter consumer-grade yang murah tidak bisa kuat dan presisi menahan beratnya lensa. Karena cukup mengganggu, akhirnya saya terpaksa memesan adapter Pro-grade Fotodiox yang harganya 2.5x lebih mahal daripada adapter biasa.


Adapter Fotodiox ini kasat mata memang terlihat berkelas pro. Jika adapter lain berwarna krom, adapter ini berbahan & berwarna stainless + hitam dof. Dari description penjualnya, adapter PRO memang dibuat untuk penggunaan lensa berat atau sering pasang-buka. Saat dipasangkan lensa ke bodi, langsung terasa mantap. Penyakit lensa ikut bermain saat saya putar fokus langsung lenyap! Harga ga bohong! Adapter ini saya pasangkan AF chip Tagotech yang bisa diprogram data & kalibrasi.

Kualitas hasil foto lensa ini memang Stunning!
Punya lensa satu ini, bagaikan saya punya 2 lensa yang berbeda.
Di bukaan f/1.4 - 2, foto yang dihasilkan bagaikan lukisan... soft, dreamy dan bokehnya halus. Untuk portret, hasilnya cantik sekali. Tapi di bukaan f/2.8 keatas, hasil foto benar-benar tajam dengan detil dan kontras yang sangat bagus, khas Leica. Tonal warna yang dihasilkan juga indah, merah lembut agak kekuningan. Untuk foto orang outdoor, warna kulit enak dilihat.
f/2.8
f/1.4
Tapi untuk bermain dengan f/1.4... asli tidak semudah memainkan lensa 50/1.4. DoF tipis sekali. Tidak bisa bermain lock di titik fokus, kemudian geser sedikit untuk komposisi. Trik saya adalah bracketing fokus. Saat AF chip & mata sudah confirm, saya jepret beberapa shot, sambil jari fine-tuning fokus sedikit-sedikit. Lensa susah dipakai.. tapi jika ada yg kena, hasilnya selalu asyik untuk dinikmati.
f/4
f/2