Beberapa minggu lalu saya mengajak keluarga berlibur ke Negeri Singa, Singapore. Salah satu negara terkecil dunia yang indah, bersih, tertib dan nyaman aman untuk keluarga.
Kami banyak menghabiskan waktu jalan-jalan ke beberapa tempat rekreasi disana. Singapore Zoo, Night Safari, Botanical Garden, Sentosa Island dan beberapa tempat yang memang terkenal indah seperti Hotel Raffles. Saat itu, Singapore sedang ramai-ramai nya dikunjungi karena momen liburan sekolah dan diisi dengan program terkenal mereka, The Singapore Great Sale di hampir setiap pusat perbelanjaan di pulau itu. Hal ini membuat sepanjang jalan Orchard Road menjadi ramai dengan pengunjung dan performer jalanan yang mencari uang dengan mempertontonkan aksi seni mereka yang memang unik dan berkualitas. Sangat menarik untuk ditonton.
Contax Carl Zeiss Planar 50/1.4
Lensa ini memang salah satu lensa favorit saya. Ringan, kecil dan performanya sip! Enak buat street hunting. Bukaan penuhnya bagus saat low-light atau jika ingin bokeh yang creamy. Tapi saat digunakan tertutup (f/2.8 keatas) untuk landscape, resolusi detilnya benar-benar halus. Lensa ini adalah lensa yang tajam dengan detil yang bagus.
Sentosa Island.. Konstruksi bangunan di sebelah kanan itu adalah bakal gedung kasino yang katanya akan menjadi yang termewah di Asia dengan investor dari Las Vegas
The Chjimes.. gedung bekas gereja tua yang dijadikan resto, bar dan toko. Suasananya indah dan asri sekali
Salah satu lorong korridor di Raffles Hotel. Banyak bangunan tua di City Center yang indah karena terawat rapi sekali. Sungguh berbeda dengan yang ada di Kota Tua, JakartaLeica Summicron-R 50/2
Soal kualitas hasil, ga perlu diragukan. Lensa Leica saya ini adalah Leica tua generasi 70an. Tapi performanya melebihi lensa moderen. Bukaan maksimal f/2 membuat lensa ini sangat mudah untuk digunakan. Apalagi untuk foto anak-anak saya yang susah diajak diam saat difoto.
Skintone yang akurat. Enak foto pakai lensa ini karena jarang butuh saya adjust ulang di DPP atau Photoshop
Detil di rambut indah sekali, beda dengan lensa Canon EF-L yang juga tajam, tapi detilnya sering hilangLeica Summicron-R 35/2
Puas dengan performa Leica 50/2, saya di Singapore pun membeli Summicron 35mm. Dari beberapa rekan di ClubSnap SIngapore, Saya mendapat referensi tempat toko-toko yang jual-beli peralatan foto tua. Utamanya hi-end gear macam Carl Zeiss dan Leica. Tak salah.. memang lensa ini sama atau bahkan lebih bagus daripada Leica 50/2. Performanya superior di semua aperture. Detil-detil seperti helaian rambut, jelas sekali terlihat. Saat hasil foto saya cetak di ukuran 10R, kesan 3D yang muncul sangat terasa. Objek seakan pop-up di depan Anda!
Foto ini menunjukkan alasan utama saya menyukai lensa Leica... Skintone dan gradasi nya yang amat cantik.
Saya percaya ungkapan yang mengatakan bahwa kreatifitas bangsa tercermin dari seni jalanannya. Di Singapore, pengamen jalanan memang tak banyak seperti di Jakarta. Tapi bentuk seninya unik dan kualitasnya profesional. Salah satunya adalah si kakek tua kurus ini yang bermain hoola-hoop dengan kalung kayu seberat belasan kilogram!
Lensa Summicron 35/2 ini sangat enak digunakan untuk street hunting. Beratnya pas dengan kamera Canon 50DCanon EF 24/1.4L Mark II
Ini adalah satu-satunya lensa EF yang Saya bawa. Karena perjalanan liburan kali ini memang untuk di perkotaan, saya memilih lensa-lensa wide - normal agar tidak harus mundur terlalu jauh saat potret anak-anak. Lensa Canon EF ini performanya bagus.. menurut Saya salah satu lensa terbaik Canon. Mungkin melalui foto-foto ini, Anda bisa membandingkan mana dan apa kelebihan lensa tua Leica, Carl Zeiss vs. Canon moderen.
Bagaimana sukanya saya dengan lensa MF, lensa EF tetap Saya butuh agar kamera dapat juga digunakan oleh orang lain selain Saya.. Seperti foto ini yang di shoot oleh istri.---------------------------------


















