Menyukai portrait, berarti mengenal baik lensa 85mm. Walau di kamera 1.6x cropped sensor lensa 85mm akan menjadi 130an mm, tetap saya menyukainya. Mengapa? Pertama karena dengan focal range segitu jarak foto cukup ideal untuk menangkap ekspresi natural si objek, kedua, kemampuan isolasi objek (jarak vs bokeh) dan ketiga, ukuran dan bobot lensa masih nyaman untuk digunakan.
Canon EF 85/1.2L Mk II Di banyak merek, lensa 85mm menjadi flagship yang memang di rancang khusus untuk kebutuhan portraiture. Konstruksi lensa dibuat sedemikian rupa sehingga kemampuan area OoF (aka bokeh) menjadi lebih unik dan kemampuan optik menangkap detil secara sempurna tapi tetap memberi sentuhan soft pada tekstur kulit.Saya belum lama menggemari portrait dan mencoba lensa-lensa. Dan baru sekarang saya mulai mengerti mengapa bagi banyak fotografer (khususnya portrait & beauty) sharpness is not so important. Yang lebih mereka cari adalah karakter unik yang dimiliki si lensa. Sedangkan crispy sharp malah akan membuat portrait tidak elegan karena tekstur kulit yang terlalu tegas.
Carl Zeiss Sonnar T* 85/2.8 (Contax) Nah melalui artikel ini, saya menyertakan beberapa sample dari sedikit koleksi lensa 85mm yang saya punya agar Anda bisa menilai sendiri bagaimana karakter dan keunikan yang dimiliki setiap lensa ini. Saya sengaja tidak menulis pendapat saya mengenai setiap lensa-lensa ini agar Anda bisa melihat dan menentukan sendiri apa dan bagaimana signature-nya.Koleksi lensa 85mm saya juga tidak banyak, dan bukan juga merupakan lensa legendaris yang mahal. Tapi dari sedikit ini, saya sudah cukup puas karena bisa memiliki alternatif dalam setiap gaya portrait yang ingin saya terapkan.
Canon EF 85mm f/1.2L Mark II - 2008
Lensa ini memang bukan lensa manual, tapi lensa ini merupakan lensa top Canon untuk range 85mm, sekaligus merupakan lensa generasi paling moderen dari lensa 85mm saya lainnya. Jadi sample ini bisa digunakan sebagai patokan apakah lensa moderen harus menjadi yang terbaik dibanding lensa tua.
Catatan : Untuk bukaan apertur, bisa dilihat di data EXIF nya masing-masing karena sample sudah lama dan lupa.
color edited

color edited


color edited
Carl Zeiss Sonnar T* 85mm f/2.8 (Contax) - 1980an
Lensa ini tidaklah setenar Carl Zeiss Planar T* 85/1.4, namun lensa f/2.8 lebih jarang beredar di pasaran bekas (ebay dan lainnya) karena biasanya pemilik akan sangat puas dengan performanya dan tidak mau menjual. Bentuk lensa 85mm ini paling kecil dibanding lensa 85mm lainnya dan beratnya pun sangat comfy untuk dibawa-bawa. Saya suka memakai lensa ini saat piknik outdoor dengan keluarga.
@ f/2.8 - Contrast & saturation -2
@ f/4 - image unedited
zoom in
@ f/2.8 - image unedited
@ f/2.8 - image unedited. Warna merah karena foto dibawah parasol warna merah
@ f/2.8 - image unedited
@ f/4 - image unedited
Nikkor 85mm f/1.8 Ai - 1980an
Lensa ini juga tidak sepopuler Nikkor 85/1.4 yang legendaris itu. Saya tertarik membeli karena unsur rarity nya. Menurut forum luar, lensa ini hanya beredar dalam waktu sebentar, sebelum digantikan dengan Nikkor 85/2.0, sehingga jumlahnya juga relatif sedikit dan hanya ada dalam versi Nikkor-H dan Ai.
Lensa ini belum lama saya dapatkan, sehingga belum sempat digunakan untuk model shoot.
Jadi.. inilah foto-model favorit saya... anak-anak sendiri.
@ f/1.8 - image unedited
@ f/1.8 - image unedited, lighting indoor TL
@ f/1.8 - image unedited
@ f/1.8 - image unedited
Helios-40 85mm f/1.5 (m42) - 1960an
Lensa ini adalah pinjaman seorang teman yang membeli karena kemampuan bokehnya yang melegenda. Lensa buatan Rusia tahun 1961 ini sangat unik dalam penampilan. Bodi terbuat dari alumunium sehingga warna silvernya sangat menyita perhatian orang saat kita memakainya. Ukuran lensa nya besar gendut (filter 66mm) beratnya 1 kg. Aperture masih menggunakan manual pre-set. Bukan lensa yang nyaman untuk dibawa-bawa. Tapi hasilnya?
@ f/1.5 - image unedited
@ f/1.5 - image unedited
@ f/1.5 - saturasi -2, add layer yellow tint
@ f/1.5 - contrast and saturation -2
@ f/1.5 - image unedited
My collection of 85's :
