5.8.09

Leica Summilux-R 80/1.4


Sudah berbulan-bulan lamanya saya tergiur untuk memiliki lensa ini. Entah karena memang dari sample-sample foto yang indah-indah atau karena juga ketenaran lensa ini yang sering disebut sebagai salah satu lensa portret terbaik dunia.


Saat di Singapore waktu itu, kebetulan saya ditawarkan oleh salah satu toko bahwa ada kolektor yang mau menjualnya. Harga lumayan tinggi namun tidak lebih tinggi daripada harga-harga di ebay. Yah.. kelebihannya hanya disini saya bisa lihat, megang dan tes dulu sebelum bayar.


Lensa 80mm di kamera Canon 50D menjadi 130mm. Bukan jarak foto yang ideal untuk foto sehari-hari. Karena itu lensa ini tidak sering saya bawa dan gunakan. Baru setelah beberapa minggu ini, saya bisa bermain dengannya. First impression lensa ini sama dengan lensa high-performance lain yang saya punya.. berat! (sekitar 700 gr). Memang tidak seberat lensa Canon EF 85/1.2L atau Helios 40-2 yang 1 kg, tapi cukup merepotkan juga saat digunakan. Saat saya putar fokus ring, posisi adapter juga ikut berputar sedikit di bodi kamera. Hal ini karena adapter consumer-grade yang murah tidak bisa kuat dan presisi menahan beratnya lensa. Karena cukup mengganggu, akhirnya saya terpaksa memesan adapter Pro-grade Fotodiox yang harganya 2.5x lebih mahal daripada adapter biasa.



Adapter Fotodiox ini kasat mata memang terlihat berkelas pro. Jika adapter lain berwarna krom, adapter ini berbahan & berwarna stainless + hitam dof. Dari description penjualnya, adapter PRO memang dibuat untuk penggunaan lensa berat atau sering pasang-buka. Saat dipasangkan lensa ke bodi, langsung terasa mantap. Penyakit lensa ikut bermain saat saya putar fokus langsung lenyap! Harga ga bohong! Adapter ini saya pasangkan AF chip Tagotech yang bisa diprogram data & kalibrasi.


Kualitas hasil foto lensa ini memang Stunning!
Punya lensa satu ini, bagaikan saya punya 2 lensa yang berbeda.
Di bukaan f/1.4 - 2, foto yang dihasilkan bagaikan lukisan... soft, dreamy dan bokehnya halus. Untuk portret, hasilnya cantik sekali. Tapi di bukaan f/2.8 keatas, hasil foto benar-benar tajam dengan detil dan kontras yang sangat bagus, khas Leica. Tonal warna yang dihasilkan juga indah, merah lembut agak kekuningan. Untuk foto orang outdoor, warna kulit enak dilihat.


f/2.8

f/1.4

Tapi untuk bermain dengan f/1.4... asli tidak semudah memainkan lensa 50/1.4. DoF tipis sekali. Tidak bisa bermain lock di titik fokus, kemudian geser sedikit untuk komposisi. Trik saya adalah bracketing fokus. Saat AF chip & mata sudah confirm, saya jepret beberapa shot, sambil jari fine-tuning fokus sedikit-sedikit. Lensa susah dipakai.. tapi jika ada yg kena, hasilnya selalu asyik untuk dinikmati.


f/4

f/2

3 komentar:

surya mengatakan...

dear om moderator,
saya sangat baru di dunia fotografi, senang fotografi untuk sekedar hobi, dan melihat hasil lensa manual di blog ini..wow..bener2 sangat indah..
jadi pengen untuk coba..
pertanyaan saya :
1. jika ingin punya lensa bukan satu merk dengan body lensa di perluka adapter (saya nikonian),
dimana kira2 saya bisa cari artikel tentang hal tersebut,
saya sudah cari di thread lensamanual.net, cuman tidak ada artikel dasar buat newbi seperti saya,
terimakasih atas pencerahaanya

Lensa Manual mengatakan...

salam kenal om surya,
terima kasih sudah mampir kesini.
Sayangnya, untuk Nikon, kurang adaptable dengan lensa2 lain merek karena walaupun ada adapter untuk Nikon tapi adapter tsb menggunakan optik tambahan yang mana akan menurunkan kualitas gambar. Hasilnya buruk.
Karena itu, saya sarankan anda mencari lensa manual Nikon. Cukup banyak lensa Nikkor yang kualitasnya sangat bagus.

Demikian penjelasan singkat & semoga membantu.

Salam kenal,
bOb

Gombal mengatakan...

Wah, bahkan sekelas Om Bob pun masih bracketing sambil muter-muter fine tuning focusnya ya.. Jadi agak mendingan nih mindernya..