3.1.09

Battle of 50s #6 : Meyer-Optik Gorlitz Oreston 1.8/50

Beautiful bokeh !


Sepertinya sudah tidak banyak lagi yang akan saya tulis tentang lensa ini, karena sudah pernah saya posting di artikel sebelumnya (Meyer Oreston = Bokeh Madness). Lensa Oreston ini memiliki karakter (signature) yang khas dibanding lensa 50mm lainnya. Renderingnya yang soft, warnanya yang kecoklatan dan bokehnya yang lembut membuat portrait tampil 'vintage look'.

sharpness di f/1.8

SHARPNESS :
Dibanyak artikel dan review dibahas bahwa lensa ini memiliki ketajaman yang cukup bagus. Tapi tidak dengan lensa saya. Oreston saya kondisinya memang sudah bukan mint, sekitar 80%an dengan optik depan yang ada bekas-bekas dibersihkan. Hasil gambar di f/1.8 sampai dengan f/2 soft dengan glowing veil di area kontras. Di f/2.8 hasilnya lumayan tajam, dan mulai f/4 baru tajam sekali tapi dengan resolusi yang tidak sebagus Carl Zeiss.

sharpness di f/1.8

f/2.8



f/4


TONE & COLOR :
Nah ini yang membuat saya tertarik untuk mencoba lensa buatan tahun 1960 ini. Lensa ini masih single coating. Warna yang dihasilkan warm kecoklatan, terutama di saat under-exposed.

Color sangat warm, bahkan warna hijau daun pun cenderung kuning



Skin-tone

BOKEH :
Saya rasa tidak perlu lagi diulas. Anda bisa menilai sendiri keunikan dari Meyer Oreston ini. Mungkin tandingannya hanya lensa Helios 40, dalam hal background yang diffused dan creamy.


Almost totally diffused @ f/1.8

Saya suka menggunakan lensa ini di f/2
karena detil lebih jelas tapi tetap soft dan bokehnya juga masih cukup lembut


f/2.8

Lensa Oreston ini jarang saya mainkan karena untuk menutup aperture harus menekan sebuah tombol kecil yang agak merepotkan buat saya. Tapi kadang saya ingin membuat portrait anak dengan artistik tanpa banyak photoshop, maka Oreston 50/1.8 ini dan abangnya, Orestor 135/2.8, menjadi andalan.

0 komentar: