
Superb tonal rendering.. Beautiful bokeh
Sama seperti kebanyakan fotografer pemula, saya sudah lama meng-idola-kan lensa Zeiss sebagai lensa yang harus suatu saat dipunyai. Sayangnya, sekarang lensa Zeiss baru harganya mahal dan performanya pun sudah tidak lagi istimewa dibanding dengan lensa-lensa Canon L series. Ya betul.. teknologi lensa buatan Jepang memang sudah semakin bagus dan Carl Zeiss yang sekarang pun (Zeiss ZE untuk Canon) sudah buatan Jepang (Cosina) untuk menekan harga jual supaya bisa tetap eksis di pasar premium. Hal inilah yang buat sebagian kolektor lensa, menganggap bahwa lensa Zeiss sekarang kualitasnya tidak lagi sebaik dulu. Beberapa tipe lensa Zeiss Contax pun tetap menjadi incaran yang harganya jauh di atas harga lensa Zeiss generasi sekarang.
Lensa Carl Zeiss Planar T* 50/1.7 ini bukanlah lensa istimewa. Lensa ini adalah Zeiss 'murah' yang merupakan kit lens dari kamera Contax yang dijual tahun 80-90an. Normal lens Zeiss yang highly appraised adalah Planar T* 50/1.4. Dan yang benar-benar lensa koleksi adalah Planar T* 55/1.2, edisi spesial yang dikeluarkan dalam jumlah sedikit dalam rangka 100 Jahre Carl Zeiss Lens (Harga US$7000 - 9000). Lensa ini lebih banyak beredar diantara kolektor dibanding fotografer.
Planar merupakan nama dari desain konstruksi optik. Untuk Zeiss generasi ini, ada 4 yang populer, yaitu Distagon untuk lensa wide, Planar untuk normal dan short tele, Sonnar untuk tele, dan yang terakhir Vario-Sonnar untuk lensa zoom. Yang agak jarang adalah Tessar T*, mungkin Anda tahu lensa 'pancake' 45/2.8 (banyak 'ditiru' oleh merek Jepang) dan ada lagi Tele-Tessar. Sedangkan T* adalah istilah yang digunakan untuk teknologi multi-coating nya. Lensa-lensa Zeiss generasi ini dibuat di 2 negara. Tipe tertentu dibuat di negara asalnya, Jerman Barat, dan beberapa tipe lain dibuat di Jepang oleh Kyocera.
SHARPNESS :
Zeiss Planar T* saya ini agak unik. Di bukaan penuh (f/1.7) hasilnya soft, tapi bagus untuk portrait jarak dekat. Di antara angka 1.7 dan 2.8 yang tertera di bodi, ada 1 klik lagi (orang biasa sebut f/1.8) yang hasil ketajamannya lebih baik daripada 1.7. Stop-down terus hasilnya semakin tajam dan resolusinya juga halus sekali.



Saya belum pernah menggunakan diatas f/8 karena AF chip di adapter saya sudah tidak bisa berfungsi jika viewfinder gelap. Karena banyak foto portrait, saya lebih sering bermain antara f/1.7 sampai dengan f/2.8.
TONE & COLOR :
Nah ini yang membuat lensa Zeiss benar-benar istimewa.. rendering warna dan shadow yang bisa membuat objek in-focus 'stand-out' dan keseluruhan frame seperti gambar 3-dimensi.
Saya memiliki 4 lensa Zeiss generasi Contax ini, yaitu Distagon T* 35/2.8, Planar T* 50/1.7, Sonnar T* 85/2.8 dan Sonnar T* 135/2.8. Ke empat lensa ini menunjukkan kualitas color & tone rendering yang hampir sama, yaitu gradasi kontras yang 'deep', warnanya 'warm and rich' tapi tidak over kontras dan saturated. Perfectly balanced! Simply beautiful.
@ f/1.7 - Saya suka menggunakan lensa ini untuk bermain dengan single lighting seperti ini karena gradasi kontrasnya sangat bagus buat selera sayaBOKEH :
Bokeh lensa Zeiss ini juga bagus, lebih bagus daripada lensa Canon dan Nikon milik Saya, dan hanya sedikit dibawah lensa Meyer-Optik dan Canon EF 85/1.2L saya dalam hal creamy dan softness. Background blur-nya benar-benar diffused dan bahkan seperti 'hilang'
bokeh @ f/1.7 - Sharpness memang soft di objek fokus, tapi saya suka sekali dengan background blur nya
bokeh @ f/1.7 perhatikan gradasinya yang halus di 3 sampel diatas, background seolah digambar dengan cat airTapi pastinya saat saya print foto di tempat komersial, staf yang melayani sering bertanya lensa apa yang saya gunakan karena kualitas warna dan bokehnya yang cantik.

Hmm... saran saya ke beberapa teman yang gemar berfoto adalah.. cari dan beli lensa Carl Zeiss. karena memang benar apa yang banyak dibilang orang banyak :
"You'll see the world nicer through a Zeiss lens"





















































