25.10.08

Meyer Oreston = Bokeh Madness


Meyer-Optik Oreston 50mm f/1.8 ini adalah buatan Jerman Timur. Diproduksi mulai 1969 samapai dengan akhir 1980an. Milik Saya ini adalah versi "Zebra". Oreston 50/1.8 mempunyai beberapa keunggulan, salah satu yang paling menonjol adalah kemampuan fokus dengan jarak minimal hanya 33 cm!

"It was remarked by many experienced in this lens that it seems to perform excellency in the macro / close up range".


http://m42.artlimited.net/lens_detail.php?lid=66

Setelah mencoba sendiri lensa ini, Saya berkesimpulan bahwa lensa ini juga punya kelebihan lain, yaitu Bokehnya yang dahsyat !

Oreston 50 ini memiliki kemampuan bokeh yang hampir mirip dengan kakaknya, Orestor 135/2.8 dengan 15 diaphragma blades.

Foto-foto dibawah ini adalah hasil jepretan cepat Saya sekedar ingin membuktikan hebat bokehnya. Semua foto ini tidak menggunakan trik lampu dan tidak di edit dengan photoshop, alias murni dari kamera, tanpa studio set-up.

b O b



24.10.08

Asahi Super-Takumar 105mm f/2.8

Dua minggu lalu Saya baru menerima paket belanja dari Ebay… Lensa Asahi SMC Takumar 105/2.8 dalam kondisi lumayan baik dan asesoris orisinil yang masih lengkap, seperti lens hood dan casing kulitnya.

Saya tertarik membeli karena Saya ingin mengisi jarak antara lensa 85mm dan 135mm yang sudah Saya miliki. Setelah banyak membaca dari review di internet tentang pilihan terbaik untuk lensa 100mm, Saya tertarik untuk mencoba lensa Asahi ini. Di banyak review, diulas bahwa lensa ini cukup menonjol dalam hal ketajaman dan efek bokeh yang dihasilkan dengan bukaan maksimal (f/2.8), namun karena focal length yang tidak umum (100mm) menjadikan lensa ini kurang diminati saat jayanya dulu. Lensa yang Saya miliki ini adalah buatan tahun 1970an dan versi Super-Takumar.

Weekend lalu Saya baru bisa bermain dengan lensa ini saat kita sekeluarga berpiknik di Marbella Anyer. Dua hari tiga malam adalah waktu yang ideal untuk mencoba lensa ini serta beberapa lensa-lensa manual lain yang saya punya.

Lensa ini unik dalam ukurannya yang kecil, filter size 49mm, dan berat yang relative ringan untuk lensa 100an mm. Focusing ring terasa mantap di genggaman dan putarannya halus membuat Saya mudah untuk fine-focusing. Hasil foto, seperti terlihat, pada bukaan maksimal cukup tajam tapi juga soft, cocok untuk portrait setengah badan atau lebih dekat. Di f/4 keatas, lensa ini benar-benar menghasilkan gambar yang tajam. Bokeh cukup bagus menurut selera Saya, namun tidak mengundang rasa kagum seperti pada lensa Meyer Orestor.

Buat yang hobi foto portrait dan dana yang terbatas seperti Saya, lensa Asahi ini merupakan pilihan yang ideal karena hasil foto yang tidak kalah dengan lensa modern, kualitas kaca yang bagus, konstruksi yang mantap dan kuat (material bodi semua terbuat dari metal termasuk lens hood dan lens cap orisinilnya) serta harganya masih rasional dibanding lensa seperti Carl Zeiss atau Nikon.

b O b