15.9.08

Helios 40 85/1.5 sneak preview

Baru terima kiriman lensa Helios 85mm f/1.5 langsung coba2 foto BW di kawasan Tajur. Belum sempet nyobain portret dan test shot lainnya, udah keburu kagum dengan ketajamannya. Lain kali saya akan posting review dengan beberapa test shot yg. mampu membuktikan kesaktian lensa ini, dengan tanpa ragu2 akan saya bandingkan dengan lensa Canon EF 24-70mm f/2.8 L. Sementara ini, silakan menikmati hasil jepretan Canon EOS 450D dengan lensa Helios 85/1.5.

/hes




8.9.08

Pentacon 1.8/50mm Multi Coated

Ikutan nimbrung ya bro... sekedar sharing hasil jepretan lensa Pentacon MC 1.8/50mm.., my everyday lens :) Ga terlalu paham juga soal riwayat lensa ini, hanya konon lensa ini termasuk lensa 50mm tertajam pada masanya. Menggunakan kamera Canon EOS 450D, inilah beberapa contoh hasil jepretan apa adanya :

iso400 f/8 1/85

Depth of Field & Bokeh :

iso100 f/1.8 1/200

Infinite Focussing :

iso100 f/8 1/125

Semua foto diambil secara handheld, auto WB dan tanpa melalui proses photoshop, termasuk cropping. Lokasi foto di halaman rumah mertua di Bandung dan Kawah Putih, Ciwidey.

Berhubung saya masih dalam proses belajar menggunakan lensa2 manual, maka saya tidak berani membuat kesimpulan, hanya saja di mata saya lensa ini lumayan tajam dengan bokeh yang halus dan warna2 yang lembut. Akan tetapi, berhubung saya tidak menggunakan lens hood ataupun UV filter, rasanya lensa ini mudah sekali flare, sehingga beberapa foto yang dihasilkan agak2 low contrast. Bagaimana menurut Anda?

/hes

7.9.08

Mis-focus karena Lens Adapter

Berikut ini adalah tes yang saya lakukan untuk menguji apakah mis-focus yang banyak terjadi di foto-foto Saya yang menggunakan lensa2 manual adalah kesalahan lens adapter m42 to EOS bodi atau ternyata lensa yang saya beli adalah bekas digosok ulang optik2nya.
I performed this test based on a very nice tip by udijw in http://www.diyphotography.net/manual-focus-practice-makes-perfect

Ada beberapa tips yang sangat menarik dalam webpage ini untuk melatih dan memaksimalkan kemampuan kita dalam melakukan manual fokus.

Sesuai anjuran udijw, tes ini saya lakukan menggunakan meteran gulung dan saya tarik dan saya letakkan tegak-lurus dengan badan saya. Kemudian saya pilih 2 titik fokus, yaitu di titik terjauh yang jelassaya lihat melalui viewfinder dan titik terdekat.

Dalam tes ini saya menggunakan 3 macam lensa 50mm dengan f/1.8 (bukaan sama untuk ketiganya), yaitu lensa Canon EF 50mm f/1.4 (lensa ini saya pakai sebagai patokan focus yang tepat karena native mounting), lensa Meyer-Optik Oreston 50mm f/1.8, dan lensa Schneider-Kreuznach Xenon 50mm f/1.9. Adapter yang digunakan adalah Adapter generic (tidak ada merek, presumably made in China). Saya membeli adapter ini sebanyak 2 buah (pada saat bersamaan di toko yang sama) dan melalui tes ini, keduanya hampir sama mis-focus nya. Adapter saya beli terpisah dari AF confirm chip, dan saya menempelkan sendiri AF chip ke adapter2 ini. Apakah ada pengaruh AF chip dalam mis-focus? mengingat fungsi AF chip adalah untuk memberi sinyal bunyi bagi kita bahwa gambar sudah fokus.

Titik focus menggunakan fitur manual AF point selection dengan memilih 1 (center) dari 9 point Point Focusing yang bisa saya pilih dari menu di 450D

Ini adalah hasilnya... (Segitiga Merah adalah titik focus saya melalui viewfinder)
TES 1: TITIK TERJAUH (Fartest focussing point)


TES 2: TITIK TERDEKAT (Nearest focusing point)

Kesimpulan:

1. Saya rasa Quality Control adapter2 made in China memang tidak konsisten, kadang bisa bagus, kadang jelek. Hal ini terbukti karena saya mencoba adapter milik teman yang juga non-branded tapi relatif OK untuk focus-nya. Saya akan mencoba mendapatkan adapter merek Haoda yang banyak di rekomendasikan oleh banyak orang di internet sebagai adapter yang bagus tapi mahal.

2. Sekarang banyak ditawarkan AF chip yang terpisah. Jika dihitung memang jauh lebih murah jika kita membeli adapter dan AF chip terpisah dan kita tempel sendiri. Caranya juga mudah, namun Saya suspect ada efeknya dengan hasil focussing. Lebih baik kita membeli adapter yang sudah tertempel dengan AF chip. Lagipula, jika hasilnya ternyata jelek, kita bisa mengembalikan barangnya ke toko dan mendapat uang kembali.

3. Gunakan adapter tanpa AF confirm, gunakan trik ini untuk mendapat focus sesuai kemampuan camera.


bOb
1 eye, 1 foto, 1 pic

5.9.08

Event Toyota (sambungan)













Sorry baru ada waktu nyambung lagi...


Akhirnya Saya pun keluar di bawah matahari dan terpikir mencoba foto-foto close-up dari mobil Toyota Prius warna Silver dan Kijang Innova face-lift warna hitam dan abu-abu.


Lensa EF saya tukar lagi kali ini dengan Meyer-Optik Oreston 50mm f/1.8.
Hasilnya truly blew me away... Lensa ini punya beberapa kelebihan yaitu jarak minimum fokus yang cuma +/- 30 cm, warna desaturated, dan yang paling Saya suka... Bokehhhhh.....















Bicara bokeh, lensa Meyer-Optik 135 adalah salah satu “Bokeh Monster” di kalangan user (menurut banyak forum internet) Dan itu adalah alasan Saya tertarik untuk mencoba lensa tersebut.
Kebetulan saat bidding lensa 135, ada juga yang menjual lensa 50mm ini, jadi sekalian Saya bid, murah.

Interior Kijang Innova... Efek lensa tua ini bikin kesan mewah seperti foto-foto di brosur mobil Eropa.















Misfokus... Focus point 450D saya tujukan ke huruf "K" dengan embossed kepala kijang, tapi karena handheld, malah geser ke belakang.
















Interior Prius, Saya sengaja over-exposed +1.0 dari camera.






















Bosan dengan tiga mobil itu, Saya tertarik pada deretan papan-papan ucapan selamat dengan bunga-bunga segar (agak layu karena cuaca sedang terik-teriknya) Warna-warna nya wah... Colorful, and yet, romantic...















Bokeh Monster Junior (50mm)... efek ini yang belum saya temukan di lensa-lensa moderen Canon EF, termasuk si favorit EF 85mm f/1.2L.
















Less contrast.. well saturated colors...















Semua image-image ini tidak melalui proses edit di PSD sama sekali. Saya hanya edit untuk Brightness dan kadang sedikit Sharpness (maks +3 di software Canon Digital Photo Professional, di RAW file. PSD hanya untuk mengecilkan image dengan resolusi maksimal 450D Saya.


Dalam proyek ini Saya bermasalah dengan adapter lensa M42 to EOS bodi yang baru. Seprtinya focus sedikit meleset tapi Saya pun ragu karena beberapa jepretan juga tajam. Tapi jujur lebih banyak yang OOF.

Ah terpaksa nanti malam buang duit lagi pesen adapter baru, tapi kali ini Saya akan memesan adapter yang sudah tertempel AF chip.


Salam,


bOb

1 eye. 1 foto. 1 pix.

4.9.08

Another event by KAWAN


Sejak dari rumah pagi hari, cuaca benar-benar cerah.. Tiba di gudang baru milik Toyota di daerah Cibitung terik matahari sudah terasa menyengat, padahal baru jam 9.37 pagi.

Untung event utama diadakan di dalam tenda full a/c yang sejuk. Masalah buat Saya adalah lighting di dalam tenda benar-benar temaram. Cahaya hanya berpusat di main stage, dan ini pun terang backlight dari LCD screen sebagai backdrop. Lensa manual yang Saya bawa masih terlalu rendah kecepatannya.. paling kecil f/1.8. Tapi memang untuk pekerjaan, Saya siap dengan lensa-lensa Canon EF. Saya rasa EF 50 f/1.4 sudah bisa menuntaskan foto-foto momen di dalam ruang ini. Saya tidak suka (lebih tepatnya belum bisa) menggunakan flash, jadi memang koleksi lensa-lensa yang Saya beli diutamakan yang mampu untuk available light. Keinginan Saya memang memiliki lensa Leitz (Leica) 50mm f/1... Mimpi gila karena harganya semobil.

Sambil menunggu VIP datang, Saya pun berkeliaran di arena gudang (tidak ada pabrik sama sekali) seluas 6 hektar di tanah 22Ha. Tak banyak yang menarik untuk difoto... terlalu kaku, menurut Saya, foto kemasan dus suku cadang Toyota. Saya pun berputar ke bagian penerima tamu... paling tidak lebih ‘dingin’ menikmati pemandangan wanita2 ayu.
Ayu yah..

Disini Saya pasang lensa Meyer-Optik Orestor 135mm f/2.8 dengan menggunakan adapter ber AF-chip yang baru Saya tempel semalam. Hari ini Saya mau mencoba akurasi Adapter yang Saya beli di ebay seharga $40an (sampai Jkt, anter ke rumah).

Lighting di reception area masih mengandalkan teriknya matahari di sekeliling, tapi atas tertutup oleh tenda.
Saya pun bermain dengan lensa 135 ini. Foto wanita-wanita anggun berpakaian kebaya putih serta tamu-tamu undangan berpakaian batik, maklum acara peresmian oleh RI2.
PaswalPres in full alert

Tak lama acara di dalam pun mulai, Saya menukar dengan lensa EF dan masuk ke dalam. Beberapa foto dibawah yang memakai lensa EF, mungkin bisa sebagai referensi untuk perbandingan jika bicara ketajaman. Untuk hal satu itu, memang tak bisa dikalahkan. Lensa-lensa moderen seperti Canon EF, apalagi L series, memang tak bisa ditandingi oleh lensa-lensa produksi tahun 60-80an. Lensa manual Saya suka, bukan karena ketajamannya, melainkan karena seni dari warna, saturasi, bokeh dan atribut-atribut lain selain tajam dan cepat (fokusnya).

Wapres H. Jusuf Kalla. Foto memakai Canon EF 24-70/2.8L IS USM... Coba bandingkan dengan foto-foto tamu diatas.


Acara utama selesai, dilanjutkan dengan makan siang bagi yang tidak berpuasa. Makan diadakan di dalam bangunan tertutup dengan lighting hanya lampu2 neon. Saya gagal mendapat one decent picture menggunakan lensa manual.

Karena masih newbie di pemakaian lensa-lensa manual ini, focusing time Saya jadi cukup lama sehingga banyak kehilangan moment yang bagus. Maka itu Saya tidak berani menggunakan lensa manual untuk fotografi dalam acara2 seperti ini. Tapi Saya yakin jika terus melatih mata, pastinya bisa jauh lebih cepat dan bisa akurat.


Bersambung...


Salam,

bOb


1 eye. 1 foto. 1 pix.