28.8.08

Schneider-Kreusnach Xenon 50mm f/1.9


Wuih… itu reaksi pertama melihat barangnya saat Saya membuka paket kiriman hasil menang lelang di Ebay. Awalnya Saya mencari lensa 50mm Carl Zeiss, tipe aja deh, dan lensa ini langsung menarik perhatian Saya karena bentuknya yang kompak dan kondisinya yang masih segar seperti baru (mint). Melalui Google Saya pun mengumpulkan banyak artikel maupun review dan akhirnya berkesimpulan bahwa lensa ini memiliki kelebihan dalam hal ketajaman detil. Lensa ini juga banyak diburu oleh kolektor karena langka.

Schneider lebih terkenal sebagai lensa-lensa untuk kamera film motion picture (seperti ARRI) dan hanya sedikit tipe lensa keluaran Schneider-Kreusnach untuk kamera foto, yang mana lebih banyak ditujukan untuk kamera Retina dibanding kamera 35mm.

Wah.. Setelah melalui aksi lelang yang cukup menegangkan buat Saya (karena semakin mendekati target harga yang Saya tetapkan) akhirnya… I won !Quick test Saya adalah bunga tanaman hias di pekarangan rumah… Warnanya merah cabe dikelilingi hijau dedaunan. Asik buat tes warna dan bokeh ! Setelah jeprat-jepret dengan variasi f-stop, dan melihat hasilnya di monitor computer… Saya pun kagum sendiri. Gambar di bidang focus benar-benar tajam dengan warna yang matang, dikelilingi dengan efek bokeh yang halus. Ketajaman terbaik ada di f/4.Mungkin di f yang lebih tinggi bisa lebih tajam, namun Saya gagal mengambil foto yang tajam karena handheld sedangkan Saya ingin tetap memakai ISO 100 agar monitor tampilan pixel tetap halus saat Saya zoom.






















Kebetulan besok ada hajatan Adira Classis Cars di JCC. Pagi itu Saya adalah orang pertama yang membeli tiket masuk… memang sengaja karena Saya ingin pengunjung seminim mungkin jadi Saya bisa bebas mengambil posisi.

Semua foto ini Saya ambil dengan f/1.9 (open wide) karena Saya memang tidak suka menggunakan flash sedangkan kondisi di dalam ruang pameran tidak seterang yang Saya bayangkan.











Image FIAT ini sudah bukan murni.. Sudah post-edit menggunakan photoshop


























Test berikutnya adalah portrait dengan objek kesukaan, anak Saya yang masih sedang lucu-lucunya, tapi susah kompromi untuk tidak bergerak saat difoto. Maklum, lensa focus manual ! Lensa focus manual memang bukan lensa yang cocok kita gunakan untuk foto moment… Untuk itu Saya ada lensa-lensa Canon EF (electrofocus).








Model lensa Schneider Kreusnach Xenon 50mm f/1.9 ini adalah keluaran tahun produksi 1967-68. Kaca sudah multi-coated (terbaik pada jaman itu) dengan 6 elemen dalam 4 grup optik. Iris blade ada 6 dengan jarak focus minimal 40cm. Hasil foto di f-stop rendah memang cenderung soft dalam hal ketajaman, tapi memang itu efek yang sesuai dengan selera Saya karena Saya lebih suka foto portrait. Tapi warnanya… wuihh.. rasanya seperti melihat film The Godfather. Warnanya kontras, matang tapi tetap soft. Rasanya tidak sabar untuk mengambil foto anak-anak Saya di lokasi outdoor yang lebih artistik dibanding pekarangan rumah Saya.























Sambil menunggu akhir pekan, Saya pun iseng ingin membuktikan ketajaman seperti yang Saya baca di review. Berikut adalah hasil foto patung di rumah. Kali ini Saya menggunakan tripod. F-stop bervariasi sampai dengan f/16. Hasilnya ? Detil nya tajam, terutama di f/8. Tapi Saya suka dengan hasil foto patung ini open wide.. karena efek bokehnya mantap. Patung biasa Saya bisa tampil bagaikan patung mewah.

Jika Anda suka foto still-life, apalagi makro (Saya sedang memesan Macro extension tube), Saya sarankan untuk mencobanya dengan lensa ini. Saya yakin Anda akan terpesona, bukan karena sekedar tajam, tapi karena tone-nya classy.

















Salam,

bOb
1 eye. 1 foto. 1 pix.





25.8.08

Ngapain pake lensa manual?

Salam kenal….

Banyak teman Saya yang tak habis berpikir ngapain Saya menggunakan lensa manual focus di jaman sekarang… Jaman dimana teknologi camera sedemikian canggih dengan lensa-lensa yang super tajam dan auto-focus super cepat, serta ditunjang pula dengan bantuan Photo Editting Software seperti Adobe Photoshop dan lainnya.


Jawaban Saya hanya dua:

1. Hemat uang. Dengan harga yang sangat terjangkau, Saya bisa mendapat lensa-lensa dengan kualitas optik yang hebat. Lagian, seperti halnya barang antik lain, harga lensa-lensa manual tertentu merupakan investasi yang sangat menguntungkan karena banyak diburu orang sehingga harganya terus naik. Kawan Saya pernah mendapat sebuah lensa Nikkor 50mm f/1.2 di Pasar Baru dengan harga hanya Rp500.000,- di Ebay lensa yang sama bisa mencapai US$200.

2. Hemat waktu. Jika memang hasil warna dan bokeh yang kita hasilkan dari kamera sudah bagus… tentunya tak perlu lagi repot dengan Photoshop bukan? Sekarang seni fotografi memang sudah berubah menjadi seni gambar… 20 tahun lalu, seni fotografi adalah hasil foto dengan satu jepretan (one-shot atau multi exposure) dan efek yang bisa kita lakukan hanyalah proses darkroom. Malah dosen fotografi Saya mengharuskan kita untuk mencetak border film sebagai bukti bahwa print foto yang kita buat bukan crop. Tapi bukan berarti Saya anti dengan photoshop lho... malah dalam pekerjaan Saya banyak bergelut dengan aneka software digital imaging.

Setiap merek dan tipe lensa memiliki karakter warna yang berbeda-beda. Lensa-lensa yang banyak diburu biasanya mempunyai kekhususan tersendiri dalam hal saturasi warna, kontras, ketajaman, atau efek bokeh. Hal inilah yang membuat Saya tertarik untuk mencari tahu dan, jika beruntung, bisa mendapat dan mecoba sendiri lensa-lensa idaman tersebut.

Saat ini, bersama seorang teman yang juga penggemar lensa manual, kami pun ingin membangun komunitas pecinta foto digital dengan menggunakan lensa manual. Dalam hal ini yang ingin kami tonjolkan adalah seni fotonya dan bukan hal teknisnya, mengingat kami bukanlah nara sumber yang kompeten dalam hal teknis. Tapi melalui blog ini, kami berharap bisa saling bertukar informasi dan berdiskusi tentang berbagai hal yang menyangkut foto digital dengan lensa manual.

Jadi… ayo bergabung dan semoga blog ini bisa bermanfaat bagi kita pecinta foto dan gambar untuk membuat gambar yang lebih artistik dan pastinya, indah untuk dinikmati.

Salam,
bOb