21.12.08

Beauty in Black & White by lensamanual


Hitam akan selalu kelam tanpa putih...
dan putih akan tidak pernah berarti tanpa hitam.

Sejak saya kecil, foto hitam putih bukan seni yang asing. Saya masih ingat bagaimana dulu waktu kecil sering diajak ayah saya naik becak ke Tjandranaja, tempat para pecinta foto sering berkumpul dan pameran karya-karya foto mereka.

Ayah saya dulu memang hobi foto. Di rumah kita dulu, di lantai dek jemuran, dibikin ruang darkroom yang pengap, panas dan gelap, dan saya dulu suka diajarkan bagaimana cara menggunakan enlarger untuk mencetak foto.


Meyer-Optik Oreston 1.8/50 (m42) @ f/2.0, ISO 400
Tatyana di lobi utama lantai dasar yang eksotis dengan tembok bata dan jendela-jendela besar

Meyer-Optik Oreston 1.8/50 (m42) @ f/2.0, ISO 400
Tatyana di lokasi yang sama... Out of focus, tapi saya suka karena malah memberi sentuhan oldie yang romantis

Asahi Pentax S-M-C-Takumar 1.4/50 (m42) @ f/1.4, ISO 200
Tatyana di lokasi yang sama... Lensa ini pengganti flash karena tajam di bukaan penuh

Sabtu, 20 Desember 2008. Cuaca mendung diselingi gerimis kecil sejak pagi sampai sore. Saya berangkat untuk ikut hunting foto bersama tim dari Lensa.net di tempat yang belum pernah saya tahu sebelumnya, yaitu Museum Bank Mandiri di Kota Tua Jakarta. Tiba di sana, tempat eksotis ini langsung membuat saya terpesona. Bangunan luarnya tidak terlalu menonjol, tapi interior bangunan 3 lantai yang dibangun kolonial tahun 1920an (kalo nga salah) ini benar-benar anggun. Setiap sudut ruang dan taman terawat rapi dan bersih, lengkap dengan banyak koleksi artifak perbankan yang unik.

Lensa portrait yang legendaris : Helios-40 1.5/85 (m42) @ f/1.5, ISO 100
Tatyana di salah satu pintu-pintu kayu yang berjejer sepanjang koridor belakang


Carl Zeiss Sonnar T* 2.8/85 (Contax) @ f/2.8, ISO 200
Corridor taman belakang yang asri dan bersih

Carl Zeiss Sonnar T* 2.8/85 (Contax) @ f/2.8, ISO 200
Masih di koridor taman belakang di lantai atas

Carl Zeiss Sonnar T* 2.8/135 (Contax) @ f/2.8, ISO 200
Mega di koridor taman belakang di lantai atas

Hari itu saya membawa cukup banyak lensa manual, tapi karena cuaca yang tidak mendukung, akhirnya saya cuma bisa bermain dengan beberapa saja yang bisa digunakan untuk kondisi low-light. Saya memang membawa flash, tapi setelah beberapa kali mencoba dan hasilnya terlihat artificial, saya pun menyerah dan akhirnya hanya menggunakan lensa-lensa dengan f/kecil dan ISO 400 dan 800 sebagai pengganti flash.

Meyer-Optik Oreston 1.8/50 (m42) @ f/2.0, ISO 800
Mega di ruang Bank Vault di basement yang luas tapi gelap (diterangi lampu TL) dan panas

Carl Zeiss Planar T* 1.7/50 (Contax) @ f/1.7, ISO 400
Tatyana di tangga karyawan belakang

Carl Zeiss Planar T* 1.7/50 (Contax) @ f/1.7, ISO 800
Mega di tangga utama lobi

Saya suka foto berwarna, tapi foto Hitam Putih akan selalu menjadi seni foto yang paling saya nikmati. Tanpa jutaan warna. Cukup hanya hitam, abu dan putih yang harus bisa menyampaikan emosi sebuah objek foto. Sebuah seni klasik yang tidak akan pernah hilang oleh jaman dan teknologi.

Carl Zeiss Planar T* 1.7/50 (Contax) @ f/1.7, ISO 800
Mega di tangga utama lobi

Great event from Lensa.net and team of Jetrisno & friends.

3 komentar:

Gde Trilokasianta mengatakan...

pak..
aku baloma

hehehehe

Helios-40 1.5/85mm carinya dimana ya di indonesia
hehehehe
dari dulu tertarik nih lensa

Lensa Manual mengatakan...

pak baloma,

wah.. saya rasa sih nga ada yang punya kali ya... orang sini kan brand minded Nikon, Canon, Leica, Zeiss.

Mending Anda hunting di ebay... tapi barangnya langka sekali, jadi kalau pun ada harganya selangit.

Kalau anda suka portrait dan nga masalah dengan lensa manual, Helios 40 atau 40-2 memang pilihan yang belum pernah saya lihat saingannya.

Thanks sudah mampir, salam kenal ya

microbenny mengatakan...

Saya Zuikos,
Saya mau tanya kalo cari nikkor 85/1.8 Ai dimana yah? trus pasarannya berapa? tertarik jg nih kalo harganya masuk akal... thx