10.12.08

Battle of 50s #4: Asahi (Pentax) S-M-C-Takumar 50/1.4


Sharp @ wide-open! a good performer in low light

Lensa legendaris ini belum lama Saya miliki, tapi sekarang menjadi lensa 50mm yang paling sering terpasang di 450D Saya. Bentuknya kecil (filter size khas Pentax.. 49mm), bodi mantap dan kuat karena terbuat dari metal, tanpa ada plastik, tapi bobotnya cukup ringan. Putaran fokusnya ringan tapi mantap dan presisi. Dan performanya? Muantabz!!! apalagi harganya juga cukup terjangkau buat Saya.

High quality for less money! inilah yang bikin lensa ini banyak diminati orang. Di hampir semua review dan forum tentang lensa ini, belum pernah saya temukan pendapat yang bilang lensa ini tidak bagus.


Sering kali, Saya print hasil fotonya ke tempat cuci-cetak komersil, saat orang melihat hasil print (biasanya saya print ukuran minimal 8R - 20 x 25 cm) suka bertanya kamera atau lensa apa yang saya pakai; atau bertanya apakah saya adalah fotografer pro. Hahahaahahahaaaa...

Singkat kata, kalau Anda ingin punya lensa manual yang bisa tajam di f/1.4, bokehnya bagus, bentuknya praktis buat dibawa traveling, bagus buat portrait, landscape bahkan low-light, dan harganya terjangkau.... nah ini dia pilihannya.

Low-light di dalam restoran dengan bukaan f/1.4, speed 80, ISO 400
Performanya yang bagus di open-wide pas dengan selera saya yang tidak suka membawa flash

Tajam di bukaan penuh dan bokeh yang lumayan halus

SHARPNESS : Dari semua lensa 50mm yang saya punya (semuanya f/ di bawah 2), lensa buatan tahun 1971 inilah yang punya kemampuan tajam di open-wide. Ya betul.. diadu dengan Canon EF 50/1.4 yang buatan tahun 2007 sekalipun... dengan harga yang 3X lipat lebih mahal! Apalagi untuk portrait, tajam tapi masih soft untuk tone kulit wajah. Di f/4 - 5.6, tajam menjadi crisp (terlalu tajam buat portrait).


Di beberapa sample foto, tajamnya lebih dari bagus untuk f/1.4


Di beberapa sampel lain, terutama di bidang kontras, soft di f/1.4.
Walau begitu, untuk full-frame tanpa crop hasilnya paling tajam dibandingkan semua lensa 50mm Saya.


Akhirnya, setelah mencoba beberapa merek, saya berhasil punya lensa normal untuk portrait, yang bagus di f/1.4.
Lensa ini sekarang menjadi lensa manual yang paling sering nempel di kamera Saya.


Sharpness di f/4 - Tajam tapi resolusinya masih kalah dari Nikkor 50/1.4 AiS yang lebih halus.
Wajarlah.. beda teknologi dua dekade.. Pentax 1970an vs. Nikkor 1990an.

TONE & COLOR :
Tone warnanya lembut khas Pentax SMC dengan saturasi warna yang tidak over kontras. Mungkin buat tone dan warna saya masih memilih lensa-lensa Eropa. Tapi dibanding Nikon dan Canon saya, lensa Pentax lebih soft atau mendekati karakter lensa Eropa.

Ini foto di dalam restoran (agak temaram), jadi warna tidak asli, sudah saya rubah di software DPP

Warnanya natural, khas Pentax... tidak over saturated

BOKEH : Untuk bokeh, Saya menilai belum sebagus Carl Zeiss dan Orestor, tapi lumayan baguslah.
f/1.4
Saya suka bermain bokeh dengan lensa ini untuk background yang tidak kontras gelap dan terangnya. Karena jika di background OOF ada yang kontras atau garis-garis tegas, hasil bokehnya pun kurang menarik karena tidak soft and creamy.



f/1.4

Agak sulit untuk fokus karena DoF yang sangat dangkal. Tapi kalau dapat fokus tepat, hasilnya bagus sekali untuk f/1.4

Saya rasa Saya tidak perlu menulis banyak tentang lensa ini. Saya yakin semua foto ini sudah bisa membuat Anda mengambil kesimpulan bahwa lensa ini memang spesial. Tidak luar biasa, tapi spesial. Dan, saya ulang lagi, performa bagus dengan harga yang terjangkau.

S-M-C Takumar 50/1.4, Super-Takumar 105/2.8, Super-Takumar 135/3.5, S-M-C Takumar 35/2.0

Pentax mulai memproduksi peralatan fotografi tahun 1951. Waktu itu, hampir semua pembuat kamera berkonsentrasi pada kamera format medium dan rangefinder. Pentax maju dan merupakan satu-satunya perusahaan kamera yang melakukan riset dan pengembangan serius terhadap kamera SLR (Single Lens Reflex) mulai dari film 110 sampai dengan 6x7. Hasilnya adalah kamera Asahiflex (1954) yang sekarang menjadi barang koleksi karena reputasinya yang cemerlang di saat jayanya dulu. Era 60an - 70an, merek Pentax menjadi market leader untuk kamera SLR. Produksinya dalam sebulan masih melebihi produksi kamera Nikon dan Canon digabung!

Pentax sangat serius dalam pengembangan teknologi kamera SLR dan kontrol kualitas terhadap setiap produknya. Masterpiece teknologinya sangat banyak (baca ini). Beberapa yang Saya ambil dari artikel itu:

1. Lensa Super-Takumar 50mm f/1.4 (1964)
Lensa ini merupakan masterpiece di jamannya karena secara kualitas optik dan konstruksinya bisa melampaui semua kompetitornya. Lensa Pentax seri Takumar dan Super-Takumar adalah lensa dengan single layer of coating.
Perhatikan elemen ke 4 dan 5 yang berbentuk cekung dan cembung. Pabrikan lain biasa membuat elemen ini datar untuk menekan biaya produksi. Fitur ini menjadikan lensa Takumar 50mm mempunyai off-axis aberration correction yang lebih baik dan bokeh lebih bagus.

2. Lensa Super Multi Coated (1971)
Teknologi lapisan multi layer coating lensa Pentax adalah yang pertama di dunia, kualitasnya sangat hebat dan tidak bisa disaingi oleh produsen lain sampai beberapa tahun ke depan. Lensa versi ini memiliki kontras yang lebih baik serta kemampuannya melawan flare. Kemampuan inilah yang membuat lensa Pentax merupakan lensa terbaik untuk foto dengan situasi back-lit dibanding lensa merek apa pun, harga berapa pun. Sampai sekarang pun, teknologi multi-coating Pentax merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

3. Lensa S-M-C Takumar 85mm f/1.8 (1973)
Lensa portrait dengan performa luar biasa. Lensa ini menjadi tolak-ukur produsen lensa lain dalam membuat lensa portrait 85mm. Hari ini lensa 85/1.8 ini merupakan lensa yang eksotis dan langka karena merupakan buruan kolektor lensa. Harganya jika ada pun tidak pernah saya temukan dibawah US$350. Saya pernah lihat di ebay kondisi mint, lengkap dengan asesoris orisinilnya, terjual seharga US$535 !!!! Saya pernah lihat bid lain lensa ini dalam keadaan rusak pun bisa terjual US$180.

4. Lensa SMC Pentax-A (1984)
Lensa Pentax seri ini merupakan seri lensa Pentax yang dianggap sebagian orang memiliki sharpness terbaik diantara versi Pentax lainnya, termasuk di bukaan penuh, dan harga terjangkau (barunya dulu). Lensa-lensa SMC Pentax-A 50/1.2, 85/1.4, 135/1.8 sampai sekarang juga merupakan barang langka bernilai tinggi. Harga lensa 50/1.2 di ebay minimal US$350.

Sample SMC P-FA 85/1.4... Coba cari yang bukaan f/1.4, luar biasa tajamnya. Kalo Anda kebetulan punya, berarti Anda memiliki salah satu lensa portrait terbaik di dunia.


Lensa Asahi (Pentax) cukup membingungkan karena banyak versinya. Saat pertama kali beli, Saya pun harus banyak membaca berbagai informasi tentang lensa-lensa Pentax.

Perkembangan lensa seri Takumar (mount M42):
1. Takumar (1957-1962) - Diafragma pre-set
2. Auto-Takumar (1958-1962) - Diafragma semi-otomatis
3. Super-Takumar (1962-1971) - Diafragma fully-automatic, single layer coating.
Kasat mata, lensa Super-Takumar bisa dibedakan dari refleksi warna kaca depannya yang amber (merah semu)

4. Super-Multi-Coated Takumar (1971-1976) - Teknologi dan optik sama dengan Super-Takumar, tapi sudah multi layer coating. Versi ini ada 2 nama, yaitu tertulis panjang seperti diatas, yang oleh kolektor, biasa disingkat menjadi S-M-C Takumar, dan produksi di akhir periode tertulis SMC-Takumar.
Kasat mata, lensa ini bisa kita bedakan dari refleksi kaca depan yang berwarna cyanish green (biru kehijauan).


Asahi (Pentax) menerapkan kontrol kualitas yang sangat ketat. Hal ini membuat lensa-lensa Pentax dikenal sangat bagus (saya suka focusingnya yang ringan tapi presisi), kualitas konsisten dan seragam (hampir tidak mengenal istilah "good copy" atau "bad copy" di lensa Pentax), built quality kuat tahan lama (banyak seri Super-Takumar yang sekarang masih berkondisi mint) dan finishing yang bagus (saya suka warna dan desainnya yang simpel elegan).

Memang nga salah kalo banyak fotografer yang bilang:
"The love for manual lenses is incomplete without a pentax lens"



Interesting readings on Pentax cameras and lenses:
http://www.luminous-landscape.com/columns/sm-02-11-24.shtml

5 komentar:

Muadzin mengatakan...

Terimakasih pak sharing nya.
Saya baru dapet SMC M 35/2.8 & SMC A 50/1.7.
Saya pake adaptor P/K ke EOS 40d. Mau tanya, itu tidak bisa bukaan kecil ya? Krn toggle di pantat lensa mentok. Apa harus dipotong toggle nya biar bisa di semua bukaan?
Terimakasih.

salam kenal
Muadzin

Ayah Keisya mengatakan...

Mantap ulasannya, bro. Agama kita beda, tapi hampir semua yang punya 50mm/1.4 atau f/1.8 selalu menjadikan lensa seperti ini sebagai faforitnya yang nempel terus di body kamera mereka.
Saya punya Nikkor 50mm/1.8, dan hasilnya nggak beda jauh sama lensa yang Anda ulas.
Terima kasih sharingnya. Salam.

AlamBiNusian2003 mengatakan...

wah infonya bermanfaat banget om mengenai lensa2 pentax ini, soalnya banyak banget jenisnya.
ada pentax K, A, M, & F trus yg mount m42 kayaknya kudu dibahas juga nih versi bhs.Indonesia-nya :)
http://www.pentaxforums.com/lensreviews/

Yedija Adi Cahya mengatakan...

masih aktif nggak nih..

buat tambahan aja bang..S-M-C takumar 50 1.4 coatingnya juga ada yang amber(kemerahan, kayak punya gw) yang masih pake thorium bang..
jadi entar lensanya bisa kuning gitu..

jadi yang punya s-m-c takumar coatingnya kemerahan nggak usah takut..coatingnya ada yang kemerahan juga kok :)

Haryadi Be mengatakan...

menarik sekali, saya baru aja beli Asahi Super Takumar 50mm f1.4, tapi dengan bentuk ring fokus yang berbeda...bukan persegi, malah bundar dg gerigi rapi..asli gk ya?