
Artistically soft and dreamy.
Jika Anda adalah seorang 'sharpness fanatics' maka Anda akan menyesal jika membeli lensa ini. Menurut Saya lensa ini adalah salah satu lensa yang ideal untuk fine-art photography.
Seperti yang sering Saya lihat di portfolio banyak fotografer top dunia, ketajaman gambar bukan menjadi hal yang paling penting untuk mereka. Buat fotografer umumnya, foto adalah rekaman visual yang mereka lihat. Tapi bagi seorang seniman foto, hasil foto adalah ekspresi dari fantasi atau mimpi akan sesuatu yang indah yang dilihat dan dibayangkan olehnya. Melalui fotonya, sebuah objek yang biasa-biasa bisa menjadi hasil foto yang unik dan indah untuk dinikmati. Jika Anda adalah salah satu dari seniman ini, maka lensa Nikon produksi mulai tahun 1972 - 76 ini layak untuk Anda koleksi.
Saya suka renderingnya yang artistik karena soft dan dreamy di open-wide. Veiling flare di sekeliling bidang terang juga menambah kesan romatis.
SHARPNESS:
Menurut ulasan di banyak forum, semua versi lensa Nikon 50/1.2, mulai dari Nikkor-S sampai dengan Ai-S, memang bukan di apresiasi oleh penggemarnya sebagai lensa yang tajam di wide-open f/1.2.
Jika yang Anda cari adalah sharpness di f/1.2, bisa mencoba Noct-Nikkor 58/1.2 yang hanya dibuat 12.000 copy dan harganya sekarang di ebay bisa mencapai US$ 4000. Lensa buatan antara tahun 1973 - 1999 ini dirancang untuk night shooting dan low-light photography, dengan desain optik khusus yang bisa optimal di semua aperture. Lensa lain yang juga terkenal tajam di open-wide adalah Minolta MC-Rokkor 58/1.2, MD-Rokkor 50/1.2, SMC Pentax-A 50/1.2, Contax Carl Zeiss 50/1.2. Semua lensa tersebut sekarang menjadi buruan para kolektor lensa dan penggila fast lens, dan harganya tidak pernah ada yang dibawah US$ 800.
Kembali ke Nikkor S.C milik teman Saya, seperti terlihat dari foto-foto dibawah, lensa ini baru mulai tajam di f/2.8. Saya tidak dapat memberi contoh di bawah f/5.6 berhubung AF chip di adapter Nikon - EOS tidak lagi bisa memberi signal fokus.
Menurut Saya, hasil foto di f/1.4 dan 2.0 unusable untuk pemakaian foto umum sehari-hari. Tapi bisa jadi lensa yang Saya pinjam ini memang kondisi optiknya sudah tidak bagus lagi, walau secara kasat mata optik masih bening dan bersih.
COLOR & CONTRAST:
Tone warna cenderung warm, tapi tetap neutral dengan rendering shadow yang tidak terlalu kontras.


BOKEH:
Saya suka dengan bokeh yang dihasilkan lensa ini. Mulai di f/2, detil di area out-of-focus sudah mulai diffused dan kemudian 'menghilang' di f/1.2. Lensa Nikon 50/1.2 memang banyak diminati fotografer karena bokehnya yang bagus.

Saya belum pernah mencoba Nikkor 50/1.2 Ai atau Ai-S yang merupakan versi moderen dari lensa ini. Saya yakin bahwa hasil foto lensa tersebut pastinya lebih baik dalam hal ketajaman, kontras dan sebagainya. Namun khusus untuk Nikkor-S.C. milik teman ini, Saya suka akan efek dreamy yang dihasilkannya. Memang lebih sering Saya menginginkan foto Saya tajam, tapi di satu dua kesempatan, foto yang soft dan creamy bisa memberi seni tersendiri. Kesannya seperti foto out-of-focus, tapi disitulah seninya. Salah satu kesempatan itu adalah untuk Saya belajar fine-art photography...

Other reviews, literature, history and technicals of Nikkor S.C 55/1.2 :
http://www.mir.com.my/rb/photography/companies/nikon/nikkoresources/50mmnikkor/indexA.htm
http://www.mir.com.my/rb/photography/companies/nikon/nikkoresources/50mmnikkor/indexA.htm







0 komentar:
Poskan Komentar