
Amazingly sharp !!!!
Lensa ini baru beberapa hari saya beli melalui bursa fotografer lokal. Awalnya Saya kurang minat dengan lensa ini karena tidak memiliki karakter yang menonjol selain tajam mulai di f/2.8 sehingga user lebih prefer Nikkor 50/1.2 yang legendaris atau 50/1.8 yang lebih murah. Dari banyak forum di luar negeri saya nilai lensa ini kurang diminati. Saya tidak tahu di Indonesia, tapi saat ini cukup sering dijual bekas. Yang membuat Saya akhirnya memutuskan untuk membeli adalah karena kondisi lensa yang masih sangat bagus sekali (mint) dengan lens cap depan-belakang yang masih orisinil. Harganya cukup murah, tapi masih dalam kategori harga yang wajar.
SHARPNESS : Sesuai yang saya baca di review, performa lensa produksi mulai tahun 1983 (versi AiS) dan masih dijual baru sampai sekarang ini di wide-open tidak lebih baik dan juga tidak lebih buruk dari lensa lain. Tapi stop-down di f/2.8 ke bawah... wouw... very sharp!
Sharpness di RAW conversion saja. Tidak ada editting apa pun di Photoshop kecuali crop dan resize.
ISO 100, f/4.0, jarak +/- 50 cm (jarak fokus minimum lensa)Sharpness di RAW conversion saja. Tidak ada editting apa pun di Photoshop kecuali resize.
ISO 100, f/4.0, jarak 50 cmSharpness di RAW conversion saja. Tidak ada editting apa pun di Photoshop kecuali resize.
TONE & COLOR: Reproduksi warna yang dihasilkan lensa ini normal, kontras dan saturasi nya bagus. Tidak ada karakter yang menonjol dalam hal ini.
f/1.8, Setting warna, kontras dan saturasi : 0
f/2, ISO 100Setting warna, kontras dan saturasi = 0. Tidak ada editting apa pun di Photoshop kecuali resize.
BOKEH: Menurut Saya, karakter bokeh nya juga standar. Render gelap dan terangnya masih jelas terbaca, tidak diffused dan creamy seperti lensa the Bokeh Monster, Orestor 135mm.
f/1.4, ISO 100 (under-exposed tak disengaja)Setting warna, kontras dan saturasi = 0. Tidak ada editting apa pun di Photoshop kecuali resize.
f/4, ISO 100Setting warna, kontras dan saturasi = 0. Tidak ada editting apa pun di Photoshop kecuali resize.
f/2, ISO 100Setting warna, kontras dan saturasi = 0. Tidak ada editting apa pun di Photoshop kecuali resize.
Dengan karakter yang seperti ini, lensa Nikkor 50/1.4 Ai-S ini saya rasa lebih tepat untuk digunakan sebagai lensa normal untuk dokumentasi acara yang mana sering Saya foto wide dulu kemudian Saya crop di photoshop bagian dari hasil foto tersebut. Ini sesuai dengan fungsinya yang memang dirancang oleh Nikon sebagai lensa fotografer jurnalis (wartawan).

Other reviews, literature and technical of Nikkor 50/1.4 AiS:
http://www.momentcorp.com/review/nikkor50mm1.4.html
http://khoking.photomalaysia.com/myphotography/mynikon/50mm14ais/index.htm
http://www.momentcorp.com/review/nikkor50mm1.4.html
http://khoking.photomalaysia.com/myphotography/mynikon/50mm14ais/index.htm



2 komentar:
baru beli lens ini..
puas banget sm performanya,
main di f/2 paling tajem buat portrait ya kyknya, bokehnya jg lumayan..
trus td liat2 hasilnya si mas di f/4 bisa buat macro jg.. ihihi.. jadi kepengen nyobain ah :D
aku juga baru beli lensa ini....memang sangat tajeemmm....IMHO kalo untuk potrait kayaknya aku lebih seneng sama Pentax SMC-M 50mm f/14....karena karakternya begitu soft....tapi kalo buat cropping wah lensa NIkkor ini g ada tandingan deh dengan harga yang ekonomis....kayaknya jadi kecanduan ama lensa manual nih hehehe...mas2 ada yang bisa kasih masukkan gak buat lensa manual 50mm ama 85mm yang punya karakter khas....jadi pengen koleksi...kalo ada yang bisa bantu ... email dong ke slaveware@yahoo.com......thanks ....salam lensa manual
Poskan Komentar