
Sejak dari rumah pagi hari, cuaca benar-benar cerah.. Tiba di gudang baru milik Toyota di daerah Cibitung terik matahari sudah terasa menyengat, padahal baru jam 9.37 pagi.
Untung event utama diadakan di dalam tenda full a/c yang sejuk. Masalah buat Saya adalah lighting di dalam tenda benar-benar temaram. Cahaya hanya berpusat di main stage, dan ini pun terang backlight dari LCD screen sebagai backdrop. Lensa manual yang Saya bawa masih terlalu rendah kecepatannya.. paling kecil f/1.8. Tapi memang untuk pekerjaan, Saya siap dengan lensa-lensa Canon EF. Saya rasa EF 50 f/1.4 sudah bisa menuntaskan foto-foto momen di dalam ruang ini. Saya tidak suka (lebih tepatnya belum bisa) menggunakan flash, jadi memang koleksi lensa-lensa yang Saya beli diutamakan yang mampu untuk available light. Keinginan Saya memang memiliki lensa Leitz (Leica) 50mm f/1... Mimpi gila karena harganya semobil.
Sambil menunggu VIP datang, Saya pun berkeliaran di arena gudang (tidak ada pabrik sama sekali) seluas 6 hektar di tanah 22Ha. Tak banyak yang menarik untuk difoto... terlalu kaku, menurut Saya, foto kemasan dus suku cadang Toyota. Saya pun berputar ke bagian penerima tamu... paling tidak lebih ‘dingin’ menikmati pemandangan wanita2 ayu.

Ayu yah..

Disini Saya pasang lensa Meyer-Optik Orestor 135mm f/2.8 dengan menggunakan adapter ber AF-chip yang baru Saya tempel semalam. Hari ini Saya mau mencoba akurasi Adapter yang Saya beli di ebay seharga $40an (sampai Jkt, anter ke rumah).
Lighting di reception area masih mengandalkan teriknya matahari di sekeliling, tapi atas tertutup oleh tenda. Saya pun bermain dengan lensa 135 ini. Foto wanita-wanita anggun berpakaian kebaya putih serta tamu-tamu undangan berpakaian batik, maklum acara peresmian oleh RI2.

Tak lama acara di dalam pun mulai, Saya menukar dengan lensa EF dan masuk ke dalam. Beberapa foto dibawah yang memakai lensa EF, mungkin bisa sebagai referensi untuk perbandingan jika bicara ketajaman. Untuk hal satu itu, memang tak bisa dikalahkan. Lensa-lensa moderen seperti Canon EF, apalagi L series, memang tak bisa ditandingi oleh lensa-lensa produksi tahun 60-80an. Lensa manual Saya suka, bukan karena ketajamannya, melainkan karena seni dari warna, saturasi, bokeh dan atribut-atribut lain selain tajam dan cepat (fokusnya).
Wapres H. Jusuf Kalla. Foto memakai Canon EF 24-70/2.8L IS USM... Coba bandingkan dengan foto-foto tamu diatas.
Acara utama selesai, dilanjutkan dengan makan siang bagi yang tidak berpuasa. Makan diadakan di dalam bangunan tertutup dengan lighting hanya lampu2 neon. Saya gagal mendapat one decent picture menggunakan lensa manual.
Karena masih newbie di pemakaian lensa-lensa manual ini, focusing time Saya jadi cukup lama sehingga banyak kehilangan moment yang bagus. Maka itu Saya tidak berani menggunakan lensa manual untuk fotografi dalam acara2 seperti ini. Tapi Saya yakin jika terus melatih mata, pastinya bisa jauh lebih cepat dan bisa akurat.

Bersambung...
Salam,
bOb
1 eye. 1 foto. 1 pix.

0 komentar:
Poskan Komentar