22.7.12

Leica Summilux-M 75/1.4

Lensa Leica satu ini sudah lama sekali saya idamkan. Entah karena lihat hasil-hasil foto di web yang sungguh berkarakter atau karena makin langka (dan mahal) dicari karena produksinya sudah discontinued sejak 2009. Melihat foto-foto yang beredar di web, kesan saya akan lensa ini adalah magical, mystical, glamour dan artistik dicampur aduk jadi hasil foto yang aduhai..
Performa @ open-wide lens ini memang magical.. Tajam, detil dengan sedikit glow yang cantik dan ditambah dengan bokeh yang meleleh halus.

 @ f/2.8 : Glow sudah hilang, objek menjadi sangat tajam dan kontras


Dulu saat belum mempunyai kamera mirrorless atau rangefinder, Saya pernah mempunyai lensa Summilux-R 80/1.4 dengan harapan lensa ini mempunyai karakter yang sama dengan Summilux-M 75/1.4.. Ternyata tidak sama sekali. Entah karena digunakan di sensor non Leica atau memang desain lensa yang berbeda.. Salah satu perbedaannya adalah ketajaman dan detil di open-wide Summilux-R 80 tidak sehebat Summilux-M 75.


Leica Summilux-R 80/1.4 on Canon 5D-II


Leica Summilux-R 80/1.4 on Canon 5D-II @ open-wide


Leica Summilux-R 80/1.4 on Canon 5D-II @ open-wide


Sejak awal menggunakan Leica M9, lensa ini selalu menggoda saya. Tapi di banyak forum dibahas bahwa lensa ini cukup banyak masalah dengan akurasi fokus di M9 (full frame). Ada pengguna yang tidak punya masalah tapi cukup banyak yang punya masalah. Kesimpulan saya adalah saat mau membeli lensa ini harus saya coba sendiri langsung di bodi kamera saya. Kesulitannya adalah boro-boro bisa memilih dan mencoba sendiri, lensa Summilux-M 75 ini tidak muncul setahun sekali di Jakarta. Sampai suatu saat di awal tahun ini, ada teman pengguna Leica yang mau melepas lensanya karena sudah mendapat lensa sama tapi keluaran lebih baru. Dan kebetulan sekali lensa yang dijual ini cukup akurat fokusnya walau tetap ada sedikit fokus shift saat diafragma ditutup diatas f/2.8. Dan saya tidak akan menggunakan lensa magical ini diatas f/2.8, so who cares...








Leica Summilux-M 50/1.4 ASPH on Sony NEX-7

Bangun pagi di Hotel Hollywood Disneyland Hongkong, saya eksplorasi areal hotel yang cukup asri dan indah. Hanya bermodal NEX-7 + Summilux-M 50/1.4 ASPH.







16.7.12

Hongkong Trip 2012

Terakhir saya ke Hongkong sudah lebih dari 15 tahun lalu. Sekarang kota ini menjadi semakin cantik dan moderen dengan masyarakatnya yang kini lebih mengenal bahasa Inggris. Komunikasi menjadi jauh semakin mudah dibandingkan dulu.

 The 1881 Heritage, Kowloon
Bangunan bekas benteng Inggris di ujung pulau Kowloon, yang sekarang digunakan untuk hotel mewah lengkap dengan toko-toko mewah dan cafe outdoor yang cantik.
Leica Summicron-M 35/2 ASPH

 Sudut lain di 1881 Heritage
Leica Summicron-M 35/2 ASPH

Salah satu display di halaman tengah The 1881 Heritage
Leica Summicron-M 35/2 ASPH

Display lain yang tak kalah menarik
Leica Summicron-M 35/2 ASPH

 View dari lantai 6 The Marcopolo Hotel, Kowloon
Leica Elmarit-M 24/2.8 ASPH

Sisi lain di lokasi yang sama
Leica Elmarit-M 24/2.8 ASPH

 Macau
Leica Elmarit-M 24/2.8 ASPH

The Venetian, Macau
Leica Elmarit-M 24/2.8 ASPH

 Interior The Venetian
Leica Elmarit-M 24/2.8 ASPH

 Sudut lain dari interior The Venetian yang sangat unik
Leica Summicron-M 35/2 ASPH

Inilah keunikan dari The Venetian : sungai di dalam hotel!
Leica Summicron-M 35/2 ASPH

11.2.12

Lens Comparation: Leica M vs R

Penasaran dengan perbedaan kualitas hasil foto dari lensa Leica mount M dan R, iseng-iseng saya tespret dengan table top set-up dan 1 pc lampu studio flash Elinchrom. Objek yang saya gunakan adalah 2 boneka anak yang mana 1 adalah solid plastik dengan warna vibrant dan 1 lagi boneka bulu untuk menilai kemampuan resolusi dan detail. Titik fokus ada di mata boneka kuda pony, tapi mata tsb adalah cetakan (raster kasar) jadi terlihat tidak tajam solid. Saya posisikan kedua boneka agar mata kuda pony tsb satu bidang fokus dengan mata boneka tikus putih, tapi rasanya agak meleset sedikit.

Kamera saya gunakan Sony NEX-7 yang bisa dipasangkan dengan semua jenis mount lensa yang saya ada. Dengan begini, saya harap bisa melihat perbandingan hasil yang lebih tepat karena sensor dan kamera yang sama. ISO 100, Auto white balance dan bukaan diafragma open-wide hingga tutup1-2 stop saja karena penggunaan lensa-lensa ini biasanya bukan untuk studio dengan bukaan diafragma kecil. Selain itu, menurut saya lensa-lensa ini akan terlihat bedanya di posisi diafragma terbuka. Dalam posisi bukaan kecil, biasanya kualitas hasil sudah sama bagusnya satu dengan lainnya.

Click on each image to see more details in large 2000 pixels (length)


Leica Summicron-M 35/2 ASPH (latest 6 bit version)

f/ 2

f/ 2.8

f/ 4

Leica Summicron-R 35/2 (latest ROM version)

f/ 2

f/ 2.8

f/ 4

f/ 5.6

Contax G Carl Zeiss Biogon 28/2.8

f/ 2.8

f/ 4

f/ 5.6

------------------------------------------------------

Leica Summilux-M 50/1.4 ASPH (latest 6 bit version)

f/ 1.4

f/ 2

f/ 2.8

Leica Summilux-R 50/1.4 E60 (latest ROM version)

f/ 1.4

f/ 2

f/ 2.8

f/ 4

Leica Summicron-R 50/2 E55 (latest ROM version)

f/ 2

f/ 2.8

f/ 4

Contax G Carl Zeiss Planar 45/2

f/ 2

f/ 2.8

f/ 4

f/ 5.6