8.2.10

Year of the Tiger

Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8

Happy Lunar New Year !

Seminggu menjelang Tahun Baru Imlek 2561, saya dan beberapa teman mencoba menangkap momen-momen ramai di pecinan Glodok, Pancoran, Petak Sembilan. Walau masih seminggu lagi, suasana disana sudah ramai dengan berbagai pernak-pernik merah emas, khas Imlek.
Street hunting dimulai dari sebuah Vihara yang terkenal di kawasan Petak Sembilan. Suasana di dalamnya ramai dengan orang dan berbagai macam jenis persembahan di hampir setiap sudut ruangan. Untuk jalan saja sudah sulit.

Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8


Leica Summicron-R 35/2





Carl Zeiss Jena Biometar 80/2.8




Dari vihara, kami berjalan menyusuri pasar Pancoran sampai ke Glodok. Disitu ramai dengan dagangan pernak-pernik Imlek dimana-mana. Suasana jalan pun juga indah dihiasi lampion merah diatas.
Terakhir kali saya berkujung ke Glodok mungkin lebih dari 15 tahun lalu. Sekarang sudah jauh berbeda. tempat berjalan semakin sempit dan mobil, motor parkir dimana-mana. Tempat-tempat makan enak yang dulu saya suka datangi sudah tidak ada lagi.. Juga hilang pengamen encek-encek yang menyanyi lagu mandarin.

Contax Carl Zeiss Planar T* 50/1.4





Jaman terus maju, suasana akan ikut berubah, tapi kawasan Glodok akan tetap menjadi sebuah icon budaya unik di Jakarta..


Selamat Tahun Baru, semoga Tuhan memberi berkah dan damai buat kita semua di tahun Macan Emas ini... Amin.. Gong Xi Fat Chai..

Canon EF 24/1.4L Mark II

13.1.10

My first beauty shots in 2010


Awal tahun ini, Saya bersama beberapa rekan dari LensaManual.net mencoba hunting foto di lokasi yang lain dari biasanya. Rooftop salah satu gedung tinggi di Jakarta. Sebagaimana yang sudah saya bayangkan, view latar belakangnya sangat bagus. Kebetulan sekali cuaca hari Minggu itu cukup bagus, tanpa ada hujan sedikitpun.

Leica Summicron-R 35/2




Canon FD 55/1.2 SSC converted to EOS







Leica Summilux-R 80/1.4







Contax Carl Zeiss Sonnar T* 85/2.8




Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8


8.1.10

Happy 2010 !

Dream.. and reach for stars

Untuk kita semua,
Semoga tahun yang baru ini membawa kehidupan yang lebih baik dan indah buat kita semua.
Amin.


Be creative, Viva Lensa Manual !


Canon FD 55/1.2 SSC - converted to EOS mount

23.12.09

Beauty 2009


Membuat foto model dengan lensa AF tentunya hasil sudah bisa dibayangkan akan bagus, tajam dan kontras. Buat saya, hasil bagus lens AF tidaklah istimewa lagi. Tapi hasil foto model dari lensa lama.. hampir selalu bisa bikin wow.. Entah karena bokehnya, atau sharpness yang tidak terlalu over, atau warnanya dan banyak lagi kelebihan yang tidak didapat dari lensa AF. Setiap lensa berbeda.. setiap foto menjadi lebih berseni. Itu yang disebut karakter lensa. Masing-masing lensa, baik manual dan AF, pastinya punya ciri tersendiri. Berkat adapter, makin banyak pilihan merek lensa yang bisa dipakai. Makin banyak lensa, akhirnya makin bingung saat mau memilih lensa apa yang bagus.


Leica Summilux-R 80/1.4






Cosina MC 55/1.2






Helios 40-2 85mm f/1.5







Contax Carl Zeiss Planar T* 100/2




30.11.09

The Gorgeous Mazda 2


Jakarta 25 - 29 November 2009, KAWAN Event menangani peluncuran perdana city car terbaru dari Mazda... The all new Mazda 2. Di level harga 170-200an juta, Mazda 2 ini akan bertempur dengan Honda Jazz, Toyota Yaris, Suzuki Swift, Hyundai i20, dan masih banyak lagi. Dari segi dimensi, sedan hatchback ini tidak jauh berbeda dengan rivalnya, begitu pun dari sisi mesin sama-sama 1500cc. Yang membuatnya beda adalah desainnya yang sangat stylish, tapi tetap terkesan sporty khas Mazda.


Dalam acara launching ini, KAWAN Event menangani 3 event secara maraton. Dimulai dari Press Launch yang diadakan di Pool-side The Four Season Hotel pada pagi hari Rabu 25 November dan disambung dengan Launch party untuk dealer dan undangan khusus Mazda di malam harinya. Dilanjutkan lagi dengan Public Launch di Senayan City dan Plaza EX mulai tanggal 26 - 29 November. Benar-benar minggu yang melelahkan tapi juga mengasyikan.



Cosina MC 55/1.2 mount PK

Lensa ini sudah lama saya incar, tapi karena langka jadi tidak mudah mendapatkannya, bahkan di ebay. Kebetulan sekali rekan LensaManual.net ada yang punya lensa ini dan menjualnya. Kondisi lensa buatan tahun 90an ini masih baru (New Old Stock). Namun dalam keadaan standar lensa ini tidak bisa digunakan di Canon 5D Mark 2 karena ada aperture lever dan bibir pelindung lensa belakang yang nongol dan mentok ke mirror 5D. Setelah mencari informasi dari flickr, saya berhasil mendapat info bahwa melepas kedua elemen tersebut cukup mudah dan tidak merusak, jadi sewaktu-waktu dapat dikembalikan ke kondisi aslinya. Benar saja, proses modifikasi tidak lebih dari 3 menit dan hanya butuh 1 obeng kacamata untuk melepas mounting. Selanjutnya proses melepas kedua elemen yang mengganggu itu cukup simpel.



Hasil lensa buatan Cosina (pabrik yang awalnya bernama Tomioka dan membuat lensa untuk Carl Zeiss moderen) ini memang stellar! Open wide performanya sudah sejajar dengan hasil Canon EF-L. Tajam, Kontras, Saturasi pas dan bokeh creamy, lebih artistik daripada Canon EF 50/1.2L.







Misfokus... f/1.2 memang idealnya pake tripod. Tangan goyang, titik fokus pun pindah.
Anyway, bokehnya dari efek di LED screen, saya suka banget !

Leica Summilux-R 80/1.4

Menikmati senja yang indah di Pool-side hotel mewah



Briefing ke dancers

Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8

Final prep untuk Press Launch @ Pool-side

Mazda presents the new Mazda 2

PC-Nikkor 28/3.5
Lensa ini saya gunakan untuk produk shot. Saya memainkan efek perspektif bukan supaya benar, tapi justru sengaja distorsi untuk membuat dimensi mobil lebih terlihat lebar.

Mazda 2 exhibition & test drive @ Senayan City

Mazda 2 test drive @ Senayan City

Lensa TSE atau PC-Nikkor ini selain kemampuan koreksi perspektif, juga bisa distorsi perspektif sesuai keinginan fotografernya. Dengan kreatifitas, lensa ini bisa jadi alat foto yang menarik.

Lensa TSE bisa diatur sudut axisnya. Dilihat dari tiang-tiang dibelakang, perspektif saya distorsi, bukan dibuat tegak lurus, tapi malah dibuat melengkung. Hasilnya, Mazda 2 terlihat lebih kekar sporty. Walau tidak ekstrem seperti Lamborghini di belakangnya.


City car or City sport?


Helios 40-2 85/1.5
Saya sudah lama tidak bermain dengan lensa superb ini. Hasilnya memang indah. Beratnya yang sekilo gram dan putaran fokus yang lumayan berat bisa bikin tangan saya gemetar jika bermain lama. Tapi hasilnya benar-benar memuaskan.

Helios 40-2 ini memang pas buat foto cewe..

Pameran mobil tanpa cewe cantik?

==============================================

Another great event from KAWAN

8.11.09

Toyota Community Gathering

PC-Nikkor 28/3.5

Sabtu 7 November 2009. KAWAN Event kali ini menangani sebuah acara untuk PT Toyota Astra Motor.. Toyota Community Gathering, yaitu event sehari bersama 10 club mobil Toyota. Pesertanya mencapai hampir 150 mobil Toyota dengan jumlah orang mencapai hampir 500 yang terdiri dari dewasa dan anak-anak. Acara penuh hiburan dan games ini diadakan di Pasar Seni Ancol, Jakarta mulai jam 8 pagi hingga 9 malam.

Carl Zeiss Jena Biometar 80/2.8 MC

Carl Zeiss Jena Biometar 80/2.8 MC

Sebagian peserta yang bertahan hingga sore & malam
Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8


PC-Nikkor 28/3.5

Berbagai games lucu & seru. Peserta dari berbagai club sengaja dipecah agar berkompul dengan club lain yang tak dikenal, sehingga games menjadi lebih menarik

Event otomotif, permainannya pun masih seputar otomotif. Seperti adu cepat merakit mobil-mobilan ini


Carl Zeiss Jena Biometar 80/2.8 MC + Tilt adapter Hartblei

@ f/4, tilt half-way

@f/4, fully tilted

@ open-wide, tanpa tilt, lensa ini menghasilkan foto portrait yang cantik karena ada efek glow yang muncul di bidang kontras dan makin terasa di off-center

Briefing kepada pembawa acara (MC)


@ f/5.6, lensa ini tajamnya mantap! Foto diatas ini adalah crop 50% di center






Meyer-Optik Gorlitz Orestor 135/2.8



Permainan seru yang paling menarik untuk difoto

Banyak kelucuan, berbagai ekspresi...

Teamwork untuk memindahkan bola tanpa jatuh

Latihan keberanian & ketrampilan di usia dini. Mereka sedang antri untuk giliran "terbang"

Melepas lelah sejenak di ketinggian 15 meter dari permukaan tanah



Tua Muda, Laki Perempuan, all were enjoying their time there


====================================================

The great team of KAWAN Event!
PC-Nikkor 28/3.5

3.11.09

Bermain Tilt & Shift


Sebelum ini saya selalu berpikir bahwa lensa Tilt & Shift adalah lensa yang tidak bisa digunakan handheld. Lensa yang merepotkan. Tapi karena kebetulan ada projek foto interior & exterior gedung, Saya pun harus belajar menggunakan lensa ini.

Untuk projek ini, Saya membawa Canon TSE 24/3.5L. Dan sebagai mainan, kebetulan lensa dari ebay sudah datang... Carl Zeiss Jena Biometar 80/2.8 MC mount P6 berikut adapter Hartblei -EOS yang bisa tilt.

Canon TSE 24/3.5L

Posisi Shift untuk koreksi perspektif

Posisi Tilt untuk bermain selective DoF

Kegunaan lain dari teknik shift adalah untuk membuat foto panorama. Dengan shifting ke kiri dan ke kanan
kemudian stitch di Photoshop akan menghasilkan foto lebar seperti ini


Membaca dari banyak review, lensa Canon ini bukan lensa TSE yang baik. Performa open-wide nya kurang tajam dan CA yang mengganggu. Untuk foto interior kali ini, karakter foto yang diinginkan adalah tajam keseluruhan, sehingga tidak menjadi kendala karena Saya gunakan bukaan kecil. Dan berdasarkan review, performa optimalnya ada diantara f/11 dan 16.

Shifting atau menggeser posisi lensa terhadap sensor, akan memperbaiki distorsi. Foto diatas ini tanpa shifting.

Hasil Shifting

Koreksi perspektif lebih terasa manfaatnya untuk foto interior karena space terasa lebih lega dan natural,
sesuai apa yang terlihat oleh mata.


Tilting atau menekuk posisi lensa menjadi tidak tegak lurus terhadap sensor memberi efek selektif DoF.
Dengan efek ini, foto cityscape dari atas akan menjadi seperti miniature atau mainan.



Carl Zeiss Jena Biometar 80/2.8 MC + Tilt Adapter Hartblei P6 - EOS



Lensa + Tilt adapter + filter B+W

Saya tertarik membeli lensa ini untuk foto portraiture dengan efek selective DoF. Tapi karena belum sempat waktu untuk foto tersebut, maka sementara lensa ini hanya bisa saya test untuk foto Miniature. First impression dari lensa ini adalah tajam dan bokeh yang cantik. Warna khas Carl Zeiss yang warm dan kontras yang pas. Tidak over kontras seperti lensa-lensa Canon EF.





PC-Nikkor 28/3.5



Lensa ini adalah generasi lama dari Nikon. Hanya bisa shift ke satu arah. Jadi untuk shift ke arah yang lain, lensa harus di rotasi. Lensa Nikon ini belum sempat saya mainkan, tapi first impression saya adalah lensa ini kualitas open-wide nya jauh lebih baik daripada Canon TSE 24. Tajam, CA yang masih under control dan kontras yang bagus untuk interior. Masalahnya adalah warna kemerahan khas Nikon yang kurang saya sukai. Namun sedikit sentuhan di Photoshop akan mengatasi itu.



23.9.09

JAKARTA bro..

Buat kebanyakan orang, Jakarta memang tempat impian untuk menggapai bintang !
Leica Summicron-R 35/2

Lebaran +2. Jakarta masih libur besar, jalanan masih lengang.

Saya dan banyak rekan dari fotografer.net menikmati Jakarta Sepi dengan berfoto-ria di pinggir dan tengah jalan raya Jl. Thamrin menuju bundaran Hotel Indonesia Kempinski.

Pandangan luas dengan lensa 20mm di kamera full frame

Kebetulan juga Saya baru memiliki kamera baru 5D Mk II. Jadilah saya bawa lensa-lensa wide buat belajar bermain dengan pandangan yang lebih luas daripada di 50D. Dan memang beda banget efek yang dihasilkan.

Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8

Clear and clean blue-sky. Ideal sekali jika Jakarta bisa sehat begini setiap hari

The Plaza. Gedung perkantoran dan pertokoan terbaru di Jakarta

Hotel Indonesia Kempinski.
Tempat renang saya dan keluarga saat kecil.
Dan tempat saya makan bubur ayam enak di tengah malam saat saya remaja.


Sarinah. Department store tertua di Jakarta.
Nilai historisnya sangat tinggi buat Saya. Saat kecil saya sering diajak orang tua kesini untuk beli baju.
Saat remaja, HardRock Cafe adalah salah satu tempat kunjungan.

Saat dewasa Graha Satelindo 24 jam adalah tempat saya datang jika mengalamai masalah dengan kartu GSM.


Leica Summicron-R 35/2




16.8.09

Festival Kota Tua

TAIR-11

Saturday, August 15th, 2009


In celebration of the 64th Independence Day, Indonesia is older, wiser, happier, richer and definitely more colorful..


Festival Kota Tua (The Old City Festival) is an annual event in Central Jakarta, organized by the City Administrator Office, to celebrate the independence day with art shows, performing arts, food and dine. The concept is to show the diversity of people living in Jakarta (and Indonesia) and how we love and respect each other. We are proud to be happy Indonesians!

Schneider Kreuznach Xenon 50/1.9

Tanpa sengaja, Sabtu kemarin saat saya bertemu seorang rekan yang datang dari jauh di Kota Tua Jakarta, ternyata disana sedang digelar acara tahunan menyambut Hari Kemerdekaan. Acaranya meriah dengan banyak sekali stan makanan tradisional digelar disana.

Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8

TAIR-11 133mm f/2.8, m39
Sudah hampir sebulan sejak saya mendapat lensa Rusia buatan tahun 1950an ini, tapi baru kali ini saya berkesempatan untuk bermain dengannya. Seperti lensa-lensa vintage saya lainnya, TAIR-11 ini juga memiliki karakter warna yang berkesan klasik (single coated) dan kurang cocok digunakan untuk foto outdoor karena kemampuan melawan sinar yang masih kurang baik. Tapi memang karakter itu yang membuatnya banyak diminati orang..


Mickey & friends... @ open-wide

@ f/5.6

Schneider-Kreuznach Xenon 50/1.9, m42
Lensa koleksi lama dan salah satu lensa favorit saya untuk street hunting karena mungil, ringan dan hasilnya top karena karakter warna yang sangat indah...







Carl Zeiss Jena Flektogon 20/2.8, m42

Seorang teman dari Jerman, om parto, sangat berbaik hati mau mengoperkan lensa idaman saya sejak dulu.. The legendary Flektogon 20mm f/2.8. Thank you so much om Parto!


Lensa super wide buatan Jerman ini dianggap sebagai salah satu lensa legendaris Carl Zeiss. Lensa ini sangat terkenal dan harganya cukup mahal untuk sebuah lensa buatan tahun 1970an. Lensa ini saat munculnya dulu, merupakan lensa dengan teknologi Multi Coating (MC) yang terbaik di dunia. Dan memang benar apa adanya. Bahkan untuk ukuran teknologi coating lensa hari ini pun, Flek 20/2.8 ini pastinya berani diadu dalam hal kejernihan, anti-flare dan warna, dengan lensa Canon EF -L series di open-wide.








5.8.09

Leica Summilux-R 80/1.4


Sudah berbulan-bulan lamanya saya tergiur untuk memiliki lensa ini. Entah karena memang dari sample-sample foto yang indah-indah atau karena juga ketenaran lensa ini yang sering disebut sebagai salah satu lensa portret terbaik dunia.


Saat di Singapore waktu itu, kebetulan saya ditawarkan oleh salah satu toko bahwa ada kolektor yang mau menjualnya. Harga lumayan tinggi namun tidak lebih tinggi daripada harga-harga di ebay. Yah.. kelebihannya hanya disini saya bisa lihat, megang dan tes dulu sebelum bayar.


Lensa 80mm di kamera Canon 50D menjadi 130mm. Bukan jarak foto yang ideal untuk foto sehari-hari. Karena itu lensa ini tidak sering saya bawa dan gunakan. Baru setelah beberapa minggu ini, saya bisa bermain dengannya. First impression lensa ini sama dengan lensa high-performance lain yang saya punya.. berat! (sekitar 700 gr). Memang tidak seberat lensa Canon EF 85/1.2L atau Helios 40-2 yang 1 kg, tapi cukup merepotkan juga saat digunakan. Saat saya putar fokus ring, posisi adapter juga ikut berputar sedikit di bodi kamera. Hal ini karena adapter consumer-grade yang murah tidak bisa kuat dan presisi menahan beratnya lensa. Karena cukup mengganggu, akhirnya saya terpaksa memesan adapter Pro-grade Fotodiox yang harganya 2.5x lebih mahal daripada adapter biasa.



Adapter Fotodiox ini kasat mata memang terlihat berkelas pro. Jika adapter lain berwarna krom, adapter ini berbahan & berwarna stainless + hitam dof. Dari description penjualnya, adapter PRO memang dibuat untuk penggunaan lensa berat atau sering pasang-buka. Saat dipasangkan lensa ke bodi, langsung terasa mantap. Penyakit lensa ikut bermain saat saya putar fokus langsung lenyap! Harga ga bohong! Adapter ini saya pasangkan AF chip Tagotech yang bisa diprogram data & kalibrasi.


Kualitas hasil foto lensa ini memang Stunning!
Punya lensa satu ini, bagaikan saya punya 2 lensa yang berbeda.
Di bukaan f/1.4 - 2, foto yang dihasilkan bagaikan lukisan... soft, dreamy dan bokehnya halus. Untuk portret, hasilnya cantik sekali. Tapi di bukaan f/2.8 keatas, hasil foto benar-benar tajam dengan detil dan kontras yang sangat bagus, khas Leica. Tonal warna yang dihasilkan juga indah, merah lembut agak kekuningan. Untuk foto orang outdoor, warna kulit enak dilihat.


f/2.8

f/1.4

Tapi untuk bermain dengan f/1.4... asli tidak semudah memainkan lensa 50/1.4. DoF tipis sekali. Tidak bisa bermain lock di titik fokus, kemudian geser sedikit untuk komposisi. Trik saya adalah bracketing fokus. Saat AF chip & mata sudah confirm, saya jepret beberapa shot, sambil jari fine-tuning fokus sedikit-sedikit. Lensa susah dipakai.. tapi jika ada yg kena, hasilnya selalu asyik untuk dinikmati.


f/4

f/2